Sabtu, 31 Oktober 2026
Ekonomi

Job Fair Internasional Buka Peluang Kerja bagi Warga Tasikmalaya, 5.800 Orang Mendaftar

Image of Job fair hari jadi ke 25 (2)

TASIKMALAYA, pewarta.id – Pencari kerja lokal mendapat kesempatan memperluas akses pekerjaan melalui Tasikmalaya International Job Fair 2026 yang menghadirkan lebih dari 5.500 lowongan kerja dalam dan luar negeri dengan peluang penempatan di 18 negara.

Bursa kerja yang berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Atrium Ground Floor Asia Plaza Tasikmalaya ini mencatat sekitar 5.800 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen berasal dari Kota Tasikmalaya, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah.

Tingginya jumlah pendaftar menjadi indikasi besarnya antusiasme masyarakat dalam mengakses peluang kerja. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pencari kerja memperoleh pekerjaan yang layak, aman, dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran melalui kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, Tasikmalaya juga berpotensi dikembangkan menjadi pusat layanan dan penempatan pekerja migran Indonesia bagi kawasan Priangan Timur hingga Jawa Barat.

Viman menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang mendaftar. Pemerintah perlu mengawal keterhubungan antara pencari kerja dan perusahaan agar proses rekrutmen benar-benar menghasilkan penempatan tenaga kerja.

“Link and match-nya harus berjalan betul-betul. Outcome-nya, mereka yang datang dan mendaftar di sini, benar-benar mendapatkan pekerjaan yang layak dan aman,” ujarnya.

Ia menilai, penguatan kualitas tenaga kerja harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kolaborasi tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga lembaga pelatihan kerja swasta, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Viman, pengembangan keterampilan menjadi penting agar masyarakat yang belum memiliki keahlian khusus dapat dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri, termasuk perusahaan di luar negeri.

Upaya tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah pusat untuk memperluas penempatan tenaga kerja Indonesia ke pasar internasional melalui peningkatan kompetensi dan perlindungan pekerja migran.

Image of Stafsus tiar nabila karbala

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, mengapresiasi penyelenggaraan job fair yang mengintegrasikan layanan pendaftaran secara daring dan luring.

Menurutnya, sistem pendaftaran digital memungkinkan perkembangan jumlah peserta dipantau secara langsung. Inovasi tersebut dinilai memudahkan pemerintah dalam memantau proses sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program.

Tiar juga menilai, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri perlu disertai peningkatan keterampilan agar pekerja Indonesia mampu bersaing dan memperoleh kesempatan yang lebih baik.

Ia mencontohkan program SMK Go Global sebagai salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Di sisi lain, peluang kerja di luar negeri perlu berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri. Menurutnya, masuknya investasi ke Indonesia juga berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Bintang Wahyu Saputra, menegaskan bahwa perluasan akses kerja internasional harus disertai perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran.

Perlindungan tersebut mencakup tahapan sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga setelah pekerja kembali ke Indonesia.

Bintang menyebut, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah melalui job fair internasional secara hibrida ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap peluang kerja di luar negeri.

Ia menegaskan, aspek keamanan dan kenyamanan pekerja migran tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan program penempatan tenaga kerja.

Tasikmalaya International Job Fair 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya, dengan dukungan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital.

Kegiatan yang mengusung tema Create Your Opportunity, Build Your Future tersebut dilaksanakan secara daring dan luring untuk memperluas jangkauan informasi lowongan kerja kepada masyarakat.

Bagi pencari kerja lokal, peluang yang tersedia perlu diikuti kesiapan kompetensi, akses informasi rekrutmen yang transparan, serta kepastian prosedur penempatan yang aman.

Dengan demikian, job fair tidak sekadar menjadi tempat mencari lowongan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, memperluas kesempatan kerja bagi warga Tasikmalaya, dan mendorong penurunan angka pengangguran di daerah.***

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…