Kembali ke Pangkuan Ulama, Musancab Maraton PPP Garut Sukses Digelar di 6 Ponpes

oez26 trisno

Image of Ppp garut (1)

​GARUT, pewarta.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Garut sukses menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara maraton dari tanggal 6 hingga 14 September 2026. Uniknya, konsolidasi organisasi yang melibatkan 42 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Garut ini seluruhnya dipusatkan di pondok pesantren yang tersebar di enam daerah pemilihan (dapil).

​Rangkaian Musancab diawali dari Dapil 2 pada Sabtu (6/9) di Ponpes Al-Muawanah Kersamanah. Dilanjutkan Dapil 5 pada Kamis (10/9) di Ponpes Mimba’ul Faizin Cisurupan, Dapil 3 pada Jumat (11/9) di Ponpes Thoriqul Huda Sukawening, Dapil 1 pada Sabtu (12/9) di Ponpes Miftahul Thoriq Tarogong Kaler, serta Dapil 6 pada Minggu (13/9) di Ponpes Al-Ikhlas Bungbulang. Pelaksanaan Musancab berakhir untuk Dapil 4 pada Senin (14/9) di Ponpes Zawiyah Attijaniyah, Samarang.

Image of Ppp garut (2)

​Sekretaris Jenderal DPW PPP Jawa Barat, H. Agus Solihin, yang hadir langsung mengapresiasi tinggi soliditas kepemimpinan Ketua DPC PPP Garut Ayi Suryana, S.E. dan Sekjen DPC Dr. Aji Muhamad Iqbal. Menurutnya, penyelenggaraan Musancab di pesantren merupakan langkah strategis untuk membawa PPP kembali ke akar sejarahnya.
​”PPP adalah partai warisan para ulama yang lahir dari pesantren. Langkah DPC PPP Garut menggelar kegiatan di pesantren menjadi sinyal kuat untuk kembali ke pangkuan ulama. Kami berharap keterlibatan ulama dan pesantren ke depan semakin tinggi agar PPP kembali berjaya,” tegas Agus saat memberikan sambutan pada pembukaan Musancab Dapil 4.

​Ia menambahkan, kedekatan PPP dengan pesantren adalah sebuah keharusan demi memperjuangkan syariat agama dan kesejahteraan umat.

​Sementara itu, Ketua DPC PPP Garut, Ayi Suryana, S.E., mengakui bahwa selama ini perhatian kepada para pejuang partai di tingkat PAC hingga Ranting (desa) masih belum optimal. Ia berkomitmen memperbaiki kelemahan tersebut agar kader di tingkat bawah tidak lagi merasa hanya dibutuhkan menjelang pemilu saja.

​”Dalam kepemimpinan kami yang belum genap satu tahun ini, semangat para kader luar biasa. Soliditas pengurus harian DPC juga terbangun sangat baik. Pelaksanaan Musancab di pondok pesantren ini merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum DPP dan Ketua DPW Jawa Barat agar PPP semakin menyatu dengan ulama,” ujar Ayi.

​Melalui Musancab ini, seluruh PAC telah berhasil membentuk tim formatur yang terdiri dari dua unsur Ranting dan satu unsur PAC sesuai AD/ART serta Peraturan Organisasi (PO) untuk menyusun kepengurusan periode 2026–2031. Ayi berharap model konsolidasi berbasis pesantren di Garut ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam menyongsong kemenangan PPP pada Pemilu 2029 mendatang. (Slamet Timur)

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar