BPJS Ketenagakerjaan, KADIN dan HIPMI Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja di Tasikmalaya

oez26 trisno

Image of Kadin kota tasik

TASIKMALAYA, pewarta.id  — Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Kota Tasikmalaya terus didorong melalui kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI).

Sinergi tersebut mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Siloka, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026). Pertemuan menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pentingnya kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di kalangan pelaku usaha.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Swartoko, Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 M. Abdul Karim, serta Ketua BPC HIPMI Kota Tasikmalaya Arip, bersama jajaran pengurus dan para pelaku usaha.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, tidak hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi keberlangsungan dan kepastian usaha.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Swartoko menegaskan, perlindungan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan kepastian bagi pekerja.

“Perlindungan tenaga kerja ini bukan hanya soal kepesertaan, tetapi bagaimana pekerja mendapatkan rasa aman ketika menjalankan pekerjaannya. Di sisi lain, pengusaha juga mendapatkan kepastian ketika risiko-risiko dalam hubungan kerja terjadi,” ujar Swartoko.

Menurutnya, keterlibatan organisasi dunia usaha sangat penting untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami berharap KADIN dan HIPMI bisa menjadi mitra strategis untuk memperluas edukasi dan meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di kalangan pelaku usaha dan pekerja,” katanya.

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Tasikmalaya periode 2026-2031 M. Abdul Karim mengatakan, pertumbuhan dunia usaha harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.

“Dunia usaha tidak bisa hanya berbicara mengenai pertumbuhan bisnis dan keuntungan. Di dalamnya ada tenaga kerja yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan perusahaan. Karena itu, perlindungan pekerja harus menjadi perhatian bersama,” kata Karim.

Karim menambahkan, KADIN siap mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan para pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.

“KADIN siap menjadi jembatan komunikasi. Kami ingin para pengusaha memahami bahwa memberikan perlindungan kepada pekerja bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Karim, semakin baik perlindungan yang diberikan perusahaan kepada pekerja, semakin kuat pula hubungan industrial yang terbangun.

“Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, tentu akan berdampak positif terhadap produktivitas dan keberlangsungan perusahaan,” tambahnya.

Ketua BPC HIPMI Kota Tasikmalaya Arip menilai isu perlindungan tenaga kerja sangat relevan bagi kalangan pengusaha muda. Terlebih, banyak pelaku usaha muda yang sedang mengembangkan bisnis sekaligus mulai membuka lapangan pekerjaan.

“Pengusaha muda harus memahami sejak awal bahwa ketika kita membuka lapangan pekerjaan, ada tanggung jawab yang ikut melekat. Bukan hanya bagaimana bisnis tumbuh, tetapi bagaimana orang-orang yang bekerja bersama kita juga mendapatkan perlindungan,” ujar Arip.

Ia mengatakan, HIPMI akan terus mendorong anggotanya untuk memahami hak dan kewajiban dalam hubungan kerja.

“Kami ingin pengusaha muda tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga tertib dalam menjalankan usaha. Termasuk memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi karyawan,” katanya.

Arip menambahkan, kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan KADIN diharapkan dapat membuka ruang edukasi yang lebih luas bagi pengusaha muda.

“Ini menjadi momentum yang baik untuk membangun kesadaran bersama. Jangan sampai perlindungan tenaga kerja baru dipikirkan ketika terjadi risiko. Justru harus dipersiapkan sejak awal,” ujarnya.

Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, KADIN dan HIPMI diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk program konkret untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja dan pelaku usaha di Kota Tasikmalaya.

Di tengah dorongan memperkuat ekosistem dunia usaha tersebut, dinamika organisasi pengusaha muda di Kota Tasikmalaya juga mulai menghangat menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI Kota Tasikmalaya.

Sejumlah nama mulai diperbincangkan untuk mengisi kepemimpinan HIPMI ke depan. Momentum Muscab diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin yang memiliki gagasan kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis anggota.***

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar