Doa Bersama Digelar di Tasikmalaya, Solidaritas untuk 5 Jurnalis dan 3 Orang yang Belum Ditemukan di Selat Sunda

DST

Image of Img 20260913 wa0033

TASIKMALAYA, pewarta.id  — Suasana haru menyelimuti Alun-Alun Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (13/9/2026) malam. Sejumlah jurnalis dan Perss Mahasiswa (Persma) dari berbagai Universitas serta masyarakat menggelar doa bersama sekaligus menyalakan lilin sebagai bentuk solidaritas bagi delapan orang yang hingga kini belum ditemukan setelah berada di perairan Selat Sunda menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan tersebut mengusung pesan “Ajak Do’a Bersama & Menyalakan Lilin Harapan”. Doa dipanjatkan khusus untuk lima orang jurnalis, dua orang kru kapal, serta satu orang guide yang masih dalam pencarian.

Koordinator kegiatan, Adeng Bustomi, jurnalis Antara Photo, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral dari rekan-rekan jurnalis serta masyarakat terhadap para korban yang belum ditemukan.

“Melalui doa bersama dan penyalaan lilin ini, kami ingin menyampaikan harapan agar kelima jurnalis, dua kru kapal dan satu guide yang belum ditemukan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Adeng

Pantauan dalam kegiatan menunjukkan sejumlah peserta berkumpul di kawasan alun-alun sambil membawa dan menyalakan lilin. Beberapa lembar foto dan tulisan juga diletakkan di sekitar lilin sebagai bagian dari aksi solidaritas.

Nyala lilin menjadi simbol harapan di tengah suasana malam. Peserta secara bersama-sama memanjatkan doa agar proses pencarian terhadap delapan orang tersebut diberikan kelancaran dan seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian diberi kekuatan.Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi komunitas jurnalis untuk saling menguatkan. Peristiwa tersebut tidak hanya menjadi perhatian keluarga dan rekan-rekan korban, tetapi juga menggugah solidaritas insan pers di berbagai daerah.

Lima jurnalis yang menjadi bagian dari rombongan tersebut disebut belum ditemukan setelah perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau melalui perairan Selat Sunda. Selain jurnalis, dua kru kapal dan seorang guide juga masih dalam pencarian.

Bagi rekan-rekan seprofesi, hilangnya para jurnalis tersebut menjadi kabar yang menyisakan kecemasan mendalam. Doa dan dukungan terus dipanjatkan sembari berharap proses pencarian membuahkan hasil.Adeng Bustomi menegaskan, kegiatan menyalakan lilin bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol bahwa harapan dan doa tetap menyala bagi mereka yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Ada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan yang terus menunggu serta mendoakan keselamatan mereka,” ungkapnya.

Doa bersama yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai itu ditutup dengan harapan agar seluruh korban segera ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta orang-orang yang mereka cintai.Lilin-lilin kecil yang menyala di Alun-Alun Kota Tasikmalaya malam itu menjadi pesan sederhana: pencarian boleh terus berlangsung, tetapi harapan tidak boleh padam.

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

DST

Tinggalkan komentar