Kasad Jenderal TNI Maruli Tinjau Jembatan Pongpet Anjlok, Pastikan Dibangun Permanen

oez26 trisno

Image of Kasad (1)
PANGANDARAN, pewarta.id — Anjloknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, mendapat perhatian langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Kasad bahkan turun langsung meninjau kondisi jembatan yang mengalami kerusakan pada bagian tali sling tersebut, Senin (14/9/2026). Dalam kunjungannya, Maruli memastikan Jembatan Pongpet akan dibangun kembali secara permanen dengan konstruksi yang lebih kuat dan aman.

Image of Kunker kasad (4)

Kedatangan Kasad di Desa Margacinta disambut puluhan warga dan pelajar. Maruli didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, serta sejumlah perwira TNI Angkatan Darat.

Di lokasi, Maruli melihat langsung kondisi Jembatan Pongpet yang sebelumnya mengalami insiden anjlok. Ia mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi konstruksi jembatan.

Menurut Maruli, keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam pembangunan kembali Jembatan Pongpet. Karena itu, sejumlah bagian konstruksi akan diperkuat dan material lama yang dinilai sudah tidak layak akan diganti.

“Kita akan bangun kembali yang permanen, supaya warga bisa aman dan nyaman saat melintasi jembatan,” kata Maruli.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ke depan, pembangunan kembali jembatan akan dievaluasi agar konstruksinya lebih kuat dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Maruli menjelaskan, Jembatan Pongpet merupakan bagian dari program pembangunan jembatan perintis yang selama ini dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Dari sekitar 6.000 jembatan yang telah dibangun, sekitar 3.400 di antaranya merupakan jembatan perintis.

Menurutnya, pembangunan awal Jembatan Pongpet dilakukan sebagai jembatan darurat dengan anggaran yang terbatas melalui program padat karya yang melibatkan masyarakat.

“Namanya juga jembatan darurat, jadi anggarannya juga kecil dan dibangun melalui padat karya bersama masyarakat,” ujarnya.

Untuk pembangunan sebelumnya, jembatan tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp360 juta. Sementara untuk pembangunan kembali, Maruli memperkirakan kebutuhan anggaran berada di kisaran Rp400 juta dan tidak akan melebihi Rp500 juta.

“Ya sekitar Rp400 jutaan lah. Kita nggak pernah bangun jembatan perintis hingga Rp500 juta,” katanya.

Pembangunan kembali Jembatan Pongpet nantinya tidak sekadar memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan. Sejumlah material dan konstruksi lama akan diganti, termasuk bagian tiang atau pilar jembatan.

Maruli mengungkapkan, pilar yang ada saat ini merupakan konstruksi lama yang telah dibangun sejak 1992 sehingga perlu dilakukan penggantian dan penguatan.

“Karena ada beberapa material yang harus diganti, seperti tiang pilar yang dibangun pada tahun 1992. Itu harus diganti,” katanya.

Jembatan Gantung Pongpet memiliki panjang sekitar 64 meter dengan lebar 1,8 meter. Jembatan ini menjadi salah satu akses penting yang menghubungkan Desa Margacinta dengan Desa Kertayasa dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang, serta wilayah Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.

Dalam pembangunan kembali nanti, seluruh konstruksi jembatan akan dikerjakan dari awal. Tiang pilar juga akan diperkuat dengan tambahan penyangga agar struktur jembatan lebih kokoh.

“Kita akan bangun dari awal, tiang pilar juga akan kita tambah penyangganya. Kira-kira dua bulan sudah selesai. Tapi kalau dikebut siang dan malam, mungkin akan lebih cepat rampung, sehingga warga bisa segera memanfaatkan jembatan tersebut,” ujar Maruli.

Sementara itu, Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin menyambut baik kunjungan Kasad beserta jajaran TNI Angkatan Darat ke wilayahnya.

Menurut Enceng, perhatian langsung dari Kasad menjadi harapan baru bagi masyarakat, terutama setelah Jembatan Pongpet mengalami kerusakan dan mengganggu akses warga.

“Kami sangat menyambut baik kedatangan Bapak Kasad. Tentunya ini membawa manfaat dan menjadi perhatian besar bagi masyarakat Desa Margacinta,” ujarnya.

Selain memastikan pembangunan kembali Jembatan Pongpet, kunjungan Kasad juga membawa sejumlah bantuan untuk masyarakat Desa Margacinta.

Bantuan tersebut meliputi pembangunan sumur bor dan bak penampungan air atau toren, rehabilitasi mushala, hingga pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Dusun Cidawung.

Enceng berharap perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dan fasilitas pelayanan masyarakat di Desa Margacinta dapat terus berlanjut.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, salah satunya aula desa yang dapat digunakan sebagai tempat pertemuan dan berbagai kegiatan warga.

“Kami juga belum memiliki aula desa untuk melakukan pertemuan dengan warga. Mudah-mudahan ke depan kebutuhan fasilitas masyarakat lainnya juga bisa mendapat perhatian,” ucapnya.

Dengan pembangunan kembali Jembatan Pongpet serta dukungan sejumlah fasilitas lainnya, masyarakat berharap akses dan pelayanan dasar di Desa Margacinta dapat semakin baik. Pembangunan jembatan permanen tersebut juga diharapkan segera memulihkan aktivitas warga yang selama ini bergantung pada akses penghubung antarwilayah tersebut.(AK)

Also Read

Bagikan:

[addtoany]

Tinggalkan komentar