CIAMIS, pewarta.id – Tradisi Damar Larung kembali digelar di objek wisata Situwangi, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/11/2025). Mengusung tema “Konservasi dan Budaya: Alam Lestari, Budaya Terjaga”, kegiatan ini menegaskan komitmen masyarakat setempat dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus merawat warisan budaya Tatar Galuh.
Acara dibuka dengan penampilan kesenian gondang dari Sanggar Karinding Nyengsol Margajaya Winduraja. Alunan musik tradisional tersebut menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus pembuka rangkaian prosesi sakral Damar Larung.
Melepas Seribu Damar, Simbol Penerang dan Penyejuk Alam
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi melepas 1.000 damar ke perairan Situwangi. Tradisi tersebut dimaknai sebagai upaya “menerangi dan mendinginkan alam”, sekaligus wujud rasa syukur masyarakat atas berkah yang diterima.
Tidak hanya ritual budaya, kegiatan ini juga disandingkan dengan aksi nyata konservasi berupa penanaman 1.000 pohon di kawasan Desa Winduraja. Penanaman dilakukan bersama para tamu dan masyarakat sebagai simbol menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang.
Gagasan Pokdawis Prabu Wangi untuk Kearifan Lokal dan Wisata
Kegiatan Damar Larung ini digagas oleh Pokdarwis Prabu Wangi sebagai inovasi wisata berbasis kearifan lokal. Mereka berharap perpaduan budaya dan lingkungan tersebut mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan, sekaligus mengangkat potensi Situwangi sebagai destinasi unggulan.
Kepala Desa Winduraja, Endang Suryaman, menuturkan bahwa kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua.
“Ini bentuk inovasi promosi untuk meningkatkan objek wisata Situwangi. Dengan kegiatan Damar Larung ini, kami berharap dapat menyedot perhatian wisatawan,” ujar Endang.
Ia juga menekankan bahwa Damar Larung bukan hanya seremoni budaya, melainkan bentuk rasa syukur dan kesiapan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Rangkaian acara turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat, di antaranya BKSDA Jawa Barat, Dinas Pariwisata Jabar, Dinas Pariwisata Ciamis, BP2D, BPBD, Tagana, DPRKPLH, serta tokoh masyarakat Desa Winduraja.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan Rusyandi, S.Sos., M.M, menyampaikan bahwa Damar Larung telah ditetapkan sebagai agenda tahunan, untuk meningkatkan kunjungan pariwisata Kabupaten Ciamis.
“Kegiatan Damar Larung ini dilaksanakan dua tahun sekali dan menjadi agenda resmi tingkat Kabupaten. Kami berharap tradisi ini menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Ciamis,” jelasnya.
Di sisi lain, Heryan, menilai kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Ciamis yang tengah mendorong sektor pariwisata.
“Damar larung ini, sejalan dengan program Kabupaten Ciamis menjadi pariwisata Ciamis yang mendunia.” ungkapnya.
Penyelenggaraan Damar Larung diharapkan tidak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) Winduraja melalui sektor pariwisata.
Satu dari Wisata Unggulan Ciamis
Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, tradisi Damar Larung diproyeksikan menjadi ikon wisata budaya yang konsisten menarik wisatawan. Situwangi pun disebut-sebut sebagai salah satu destinasi unggulan yang terus berkembang di Kabupaten Ciamis.
Kegiatan tahunan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara budaya dan konservasi dapat menjadi kekuatan baru bagi pariwisata lokal, sekaligus menjaga warisan alam dan tradisi untuk masa depan.










