TMMD Tasikmalaya Dorong Petani Mandiri, Limbah Organik Disulap Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

Image of Tmmd 129

TASIKMALAYA, pewarta.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong transformasi pola pikir petani menuju pertanian mandiri dan berkelanjutan. Hal ini terlihat dari kegiatan penyuluhan pengolahan pupuk kompos dan pemanfaatan limbah organik yang digelar Satgas TMMD Kodim 0612/Tasikmalaya di Desa Parungponteng.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Dakwah Islam, Kecamatan Parungponteng ini menjadi langkah strategis dalam mengubah limbah rumah tangga dan pertanian menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus solusi atas tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Ujang Rukman, para peserta diajak memahami bahwa limbah organik bukan lagi sekadar sampah, melainkan potensi besar untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Baca Juga :  Gerakan Menanan di Pekarangan. Peran Nyata Wanita dalam Pengendalian Inflasi di Rumah Tangga

“Pengolahan limbah organik menjadi kompos bisa menekan biaya produksi, memperbaiki kualitas tanah, dan menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya di hadapan peserta yang didominasi petani lokal.

Antusiasme warga terlihat dari aktifnya diskusi seputar teknik pengolahan kompos hingga penerapannya di lahan pertanian. Bagi masyarakat Parungponteng, pengetahuan ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan pertanian modern yang menuntut efisiensi sekaligus keberlanjutan.

Berbeda dari pendekatan konvensional, kegiatan TMMD kali ini menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci utama. Penyuluhan ini menjadi bagian dari sasaran nonfisik yang bertujuan memperkuat kapasitas petani agar mampu mengelola potensi alam secara optimal.

Satgas TMMD menilai, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti jalan atau fasilitas umum, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara mandiri.

Baca Juga :  Bupati Herdiat Ajak Petani Ciamis Tinggalkan Pupuk Kimia: Saatnya Kembali ke Alam untuk Pertanian Berkelanjutan

Dengan memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk kompos, petani tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dari pengolahan dan distribusi pupuk alami.

Melalui pendekatan ini, TMMD Ke-129 diharapkan mampu melahirkan petani yang lebih adaptif, inovatif, dan tidak bergantung sepenuhnya pada input eksternal. Desa Parungponteng pun diarahkan menjadi contoh desa yang mampu mengelola pertanian secara sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal fisik, tetapi tentang bagaimana masyarakatnya tumbuh, berdaya, dan mampu menciptakan solusi dari potensi yang ada di sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *