Musda XII SOKSI Jabar: Dari Konsolidasi Organisasi Hingga Peluncuran Biografi “Mang Yod”

Image of Img 20260829 wa0010

BANDUNG, pewarta.id  — DPD Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Wilayah IX Jawa Barat resmi menggelar Musyawarah Daerah XII di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (29/8). Forum tertinggi tingkat daerah yang berlangsung selama dua hari ini menjadi tonggak sejarah krusial bagi konsolidasi organisasi usai berakhirnya dinamika dualisme di tingkat nasional.

 

Acara dihadiri langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI Mukhamad Misbakhun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga, serta Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin.

Image of Img 20260829 wa0011

Kepastian Hukum dan Tongkat Estafet Kepemimpinan

 

Dalam pengarahannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional SOKSI Mukhamad Misbakhun menjelaskan bahwa Musda XII ini merupakan agenda periodisasi yang konsisten dijalankan organisasi. Ia menegaskan bahwa SOKSI di bawah kepemimpinannya bersama Sekretaris Jenderal Putri Komarudin merupakan satu-satunya wadah resmi yang diakui oleh pengurus pusat Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

 

Misbakhun memberikan apresiasi tinggi kepada Yod Mintaraga yang dinilainya sebagai sosok legendaris yang berbesar hati menyampaikan perlunya regenerasi kepemimpinan serta menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme Musda. Forum Musda XII secara bulat menyepakati penyerahan tongkat estafet kepemimpinan SOKSI Jawa Barat kepada Yomanius Untung, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Sekretaris SOKSI Jawa Barat.

 

Ia menambahkan, Musda XII ini menjadi bagian dari konsolidasi Partai Golkar Jawa Barat yang baru saja menyelesaikan Musda dan menetapkan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat. Misbakhun juga meminta SOKSI Jawa Barat tetap menjaga soliditasnya sekaligus terus memberikan kontribusi terhadap kerja-kerja politik Partai Golkar di Jawa Barat.

 

SOKSI Jawa Barat: Tulang Punggung dan Lumbung Kader Golkar

 

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga menyampaikan bahwa Musda XII bukan sekadar forum rutin lima tahunan, melainkan forum tertinggi konsolidasi organisasi di titik yang paling menentukan dalam perjalanan SOKSI.

 

“Setelah melalui masa dualisme kepengurusan di tingkat nasional, hari ini kita berdiri di atas kepastian hukum dan kepastian politik. Kementerian Hukum Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Keputusan yang mengesahkan satu-satunya kepengurusan SOKSI yang sah. Ketetapan ini diperkuat oleh sikap resmi Dewan Pusat Partai Golongan Karya dan diperkokoh pula oleh keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak seluruh gugatan atas keabsahan kepengurusan ini,” tegas Yod di hadapan peserta Musda.

Baca Juga :  Polres Ciamis Gelar Apel Operasi Ketupat 2026, 338 Personel Siap Amankan Arus Mudik

 

Yod menegaskan, dengan berakhirnya dualisme di tingkat nasional, tidak ada lagi ruang keraguan bagi SOKSI Jawa Barat untuk berdiri rapat dalam satu barisan, satu komando, dan satu kepemimpinan.

 

Mengenai posisi strategis Jawa Barat, Yod mengingatkan bahwa Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia yang menampung hampir lima puluh tiga juta jiwa atau setara hampir seperlima populasi nasional. Di titik inilah SOKSI Jawa Barat mengambil peran sentral.

 

Yod memaparkan bahwa dari sembilan belas kursi Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi Jawa Barat, sebelas di antaranya merupakan kader SOKSI. Selain itu, dari seratus delapan puluh dua anggota Fraksi Golkar di DPRD Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat, lima puluh tujuh orang adalah kader SOKSI. Dalam jajaran pengurus DPD Partai Golkar Jawa Barat masa bakti terbaru, sekitar empat puluh lima kader SOKSI mengisi posisi-posisi strategis, termasuk kader terbaik SOKSI Daniel Mutaqien Syafiuddin yang kini memimpin DPD Partai Golkar Jawa Barat.

 

“Ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil kerja keras kaderisasi, berjejak melalui pendidikan politik kader bangsa dan konsistensi SOKSI Jawa Barat sebagai lumbung kader Partai Golkar,” tambah Yod.

 

Rekor MURI dan Peluncuran Buku Mang Yod “Legenda Parlemen 8 Periode”

 

Momen Musda XII juga menjadi sangat sentimentil dan berkesan melalui pengakuan MURI kepada Yod Mintaraga atas pengabdian selama delapan periode berturut-turut sebagai anggota legislatif tanpa putus, yang diabadikan dalam buku otobiografi berjudul “Mang Yod: Legenda Parlemen 8 Periode”.

 

“Alhamdulillah, pengabdian selama delapan periode menjadi anggota legislatif turut mendapat pengakuan secara resmi dengan didaftarkannya nama saya Yod Mintaraga sebagai anggota legislatif terlama tanpa putus delapan periode oleh Museum Rekor Dunia Indonesia. Saya yakini ini bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan simbol tekad kuat dan perjuangan kader SOKSI dalam mengabdi kepada bangsa dan negara melalui lembaga legislatif,” ungkap Yod.

Baca Juga :  Tiga Wisatawan Terseret Ombak Pantai Karangpapak Garut, Tim SAR Gabungan Kerahkan Perahu Karet dan Armada Nelayan pada Pencarian Hari Kedua

 

Penyusun Buku, Dadan Hendaya, memberikan penjelasan mendalam mengenai latar belakang dan proses pembuatan karya biografi tersebut. Dadan memaparkan bahwa penyusunan buku ini memakan waktu intensif selama enam bulan, mencakup pengumpulan data sejarah, wawancara mendalam, hingga pengolahan narasi.

 

“Penyusunan buku ini memakan waktu selama enam bulan, mencakup pengumpulan data hingga pengolahan narasi. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi profesional yang melibatkan Ati Supriatin selaku Direktur Galamedia dan Dedy Suhaeri mantan Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat,” jelas Dadan.

 

Dadan menegaskan bahwa buku biografi ini diposisikan bukan sekadar catatan sejarah atau refleksi perjalanan masa lalu. Karya ini dihadirkan sebagai panduan keteladanan serta kompas etika politik bagi kader masa depan. Dadan dan tim menyusun buku ini dengan harapan besar agar prinsip serta rekam jejak kepemimpinan Yod Mintaraga yang telah terbangun selama hampir empat dekade dapat terus berlanjut dan menginspirasi hingga ke tingkat nasional di Senayan.

 

Buku biografi tersebut diserahkan secara simbolis dan dibagikan secara gratis kepada seluruh peserta Musda dan jajaran pimpinan partai sebagai materi edukasi politik.

 

Peta Jalan Strategis Menuju Pemilu Mendatang

 

Menutup rangkaian pembukaan Musda XII, SOKSI Jawa Barat merumuskan beberapa langkah strategis organisasi guna menyongsong agenda politik nasional mendatang, termasuk Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pemilihan Presiden.

 

Fokus utama organisasi diarahkan pada penuntasan rekonsiliasi internal secara menyeluruh yang telah berjalan lama guna memastikan tidak ada lagi fragmentasi maupun ego kelompok di tubuh SOKSI. Selain itu, program kaderisasi masif akan terus ditingkatkan demi menyuplai figur kepemimpinan nasional dan daerah. SOKSI juga memperkuat peran lembaga-lembaga konsentrasi di bawah naungannya—seperti Wira Karya Indonesia, Wanita Swadiri, Galatiga Karya, Fokus Maker, dan LKBH Trisila—sebagai perpanjangan tangan organisasi dalam memperluas penetrasi ke akar rumput.[gpwk]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *