Tasikmalaya, pewarta.id β Komunitas pecinta penelusuran gua Tasikmalaya Caving Community (TCC) merayakan dua dekade perjalanan sejak pertama kali berdiri pada 11 Maret 2006. Selama 20 tahun kiprahnya, komunitas ini terus aktif mengembangkan kegiatan eksplorasi gua, edukasi speleologi, serta konservasi kawasan karst di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 TCC tersebut digelar melalui rangkaian kegiatan buka puasa bersama, pelatihan dasar penelusuran gua, serta gathering komunitas di Sekretariat TCC, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (6/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pegiat alam bebas dari sejumlah organisasi di Tasikmalaya, mulai dari siswa pencinta alam (Sispala), mahasiswa pencinta alam (Mapala), hingga komunitas pencinta alam umum.
Acara tersebut juga diikuti oleh anggota lama maupun anggota baru serta sejumlah aktivis kegiatan alam bebas. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia speleologi atau penelusuran gua.
Ketua panitia kegiatan, Cepi Sandra Wijaya, mengatakan perayaan dua dekade TCC menjadi refleksi perjalanan panjang komunitas yang selama ini berkomitmen mengembangkan kegiatan penelusuran gua secara aman dan bertanggung jawab.
βSelama 20 tahun TCC berdiri, kami berupaya konsisten mengembangkan kegiatan penelusuran gua yang aman, beretika, serta turut menjaga kelestarian lingkungan karst,β ujar Cepi.
Selain buka puasa bersama sebagai ajang mempererat kebersamaan di bulan Ramadan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan dasar penelusuran gua bagi anggota baru. Pelatihan tersebut meliputi pengenalan peralatan vertikal, teknik keselamatan, hingga etika konservasi lingkungan gua.
Tidak hanya itu, kegiatan gathering komunitas juga menjadi sarana memperkuat jaringan antarpegiat alam bebas, berbagi pengalaman ekspedisi, sekaligus merencanakan program kegiatan komunitas ke depan.
Dalam perjalanan organisasi, TCC telah dipimpin oleh sejumlah ketua sejak berdiri, yakni Fahmi Rijal (2006β2007), Eris Krimayanto (2007β2009), Fajar Utama (2009β2015), Ruiyana (2015β2025), dan Bambang Fitrah yang menjabat sejak 2025 hingga sekarang.
Melalui peringatan dua dekade ini, Tasikmalaya Caving Community berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan kegiatan penelusuran gua sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem gua dan kawasan karst yang memiliki nilai ilmiah, ekologis, dan edukatif.
Perayaan HUT ke-20 tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan para anggota agar tetap aktif berkegiatan serta melahirkan generasi baru penelusur gua di Tasikmalaya.
Sekretaris Jenderal TCC, Bambang Fitrah, menambahkan ke depan komunitas tersebut akan lebih fokus pada pengembangan minat khusus melalui berbagai program pelatihan teknik penelusuran gua serta pengenalan ilmu speleologi guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidangnya.
βMelalui pelatihan ini diharapkan para anggota mengetahui cara penelusuran gua yang baik dan benar, memiliki rasa tanggung jawab, serta memahami arti penting ekosistem gua dan lingkungan di sekitarnya,β kata Bambang.
Ia juga menegaskan bahwa TCC berupaya meningkatkan standar keselamatan dalam kegiatan penelusuran gua, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal melalui potensi kawasan karst.
Selain itu, komunitas tersebut juga berupaya mengintegrasikan aspek kebudayaan dan pariwisata berbasis alam, serta memperkuat kapasitas tim penyelamatan (rescue) penelusuran gua yang dapat bersinergi dengan unsur pemerintah dan berbagai lembaga terkait. ***











