Dua Ekor Elang Brontok “Ajeng & Sukma” Dilepas Liarkan Kembali di TWA Papandayan Garut

Image of Img 20260627 wa0107

Garut, pewarta.id – Setelah menjalani proses rehabilitasi dan dinilai sudah mampu hidup di alam bebas, dua ekor “Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus)” berjenis kelamin betina dan diberi nama “Sukma” dan “Ajeng”, Sabtu, 27 Juni 2026, di lepas liar-kan di kawasan hutan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Papandayan, Kabupaten Garut.

 

Pelepas liaran dua ekor elang tersebut merupakan bagian dari kegiatan Sinergi Bersama Untuk Alam Lestari, menuju Hari Konservasi Alam Nasional (HAKN) 2026 yang dilaksanakan secara sinergi Balai Besar Konservasi Simber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Garut dan PT. Star Energy Geothermal Darajat.

Image of Img 20260627 wa0106

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat, Andri Hansen Siregar menjelaskan ikhwal kedua ekor elang tersebut hingga dilepas liarkan. Menurutnya, elang tersebut merupakan hasil evakuasi dari tim rescue BBKSDA Jawa Barat yang kemudian dititip rawatkan di lembaga konservasi Taman Satwa Cikembulan untuk kemudian dilakukan rehabilitasi hingga layak dilepas kembali ke alam bebas.

 

“Dari evakuasi yang dilakukan tim rescue tahun 2021, baru pada tahun 2023 mulai dilakukan rehabilitasi, dan kita lakukan penilaian kesehatannya, prilakunya, baru kita siapkan untuk dilepas ke alam kembali, setelah secara medis maupun prilakunya dipastikan elang ini mampu survive hidup di alam, hingga hari ini kita lepas liarkan,” ungkap Andri.

 

Andri juga mengapresiasi kepada pengelola Taman Satwa Cikembulan atas dedikasinya mendukung upaya BBKSDA dalam program konservasi khususnya pelestarian satwa yang dilindungi. Karena menurutnya, tidak semua Lembaga Konservasi(LK) bersedia mengembalikan satwa yang dipeliharanya ke habitatnya. Dan kerjasama tersebut, kata Andri, sudah lama dijalin. Selain pelepas liaran elang yang juga pernah dilakukan sebelumnya, pernah juga dari Taman Satwa Cikembulan dilepas liarkan, macan tutul pasca direhabilitasi.

Baca Juga :  Inovasi Hijau: SDN 3 Sukanegla Garut Kota Gunakan Bata Plastik Daur Ulang

 

“Kami mengapresiasi upaya dan dedikasi Taman Satwa Cikembulan sebagai salah satu lembaga konservasi dalam program pelestarian lingkungan. Karena tidak semua lembaga konservasi mau melakukan. Kebanyakan mereka hanya sebatas memelihara, merawat dan mempertontonkannya kepada publik. Makanya kami berharap kerjasama yang sudah lama kami jalin terkait konservasi ini, ke depan bisa terus berlanjut,”imbuh Andri.

 

Di tempat yang sama, Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin kepada media menjelaskan, pelepas liaran elang ini telah melalui proses dan diskusi cukup lama antara pihaknya dengan BBKDA Jawa Barat dan Star Energy Geothermal. Mencakup proses rehabilitasi dan kelayakan elang tersebut untuk dikembalikan ke habitat aslinya, untuk kesehatan elang, prilaku dan rekam medisnya juga melibatkan dokter hewan dalam merawat dan mengamati prilaku elang tersebut.

 

“Misalnya, kita melatih dengan memberikan pakan berupa binatang hidup, untuk mengasah memorinya. Karena di alam bebas elang ini kan biasa memangsa binatang hidup lainnya,” ujar Rudy.

Baca Juga :  Lonjakan Pengunjung di Taman Satwa Cikembulan Saat Libur Idul Fitri

 

Rudy juga mengungkapkan, kecintaannya terhadap lingkungan khususnya satwa langka agar terjaga kelestariannya, kata dia, bisa dilakukan tidak terlepas dari pihak BBKSDA yang selama ini membimbingnya dari berbagai aspek.

 

Di luar dua ekor elang yang dilepas liarkan, Rudy mengaku masih merawat sedikitnya 20 ekor elang dari berbagai jenis, yang tidak menutup kemungkinan bisa dibicarakan lagi untuk program selanjutnya.

 

“Kami terimakasih, kepada BKSDA yang selama ini telah membimbing kami. Kemudian kepada Star Energy juga yang suport kami selama ini dalam konservasi, sehingga terlaksana kegiatan ini. Ini semata mata karena antara kami dengan mereka satu visi dalam masalah pelestarian lingkungan,” pungkas Rudy.

 

Sementara itu, SHS Specialist Star Energy Darajat, Muhamad Riyadi menyatakan, alasan perusahaannya mendukung kegiatan pelepas liaran elang di kawasan perusahaannya karena adanya visi yang sama, yakni untuk memulihkan kembali kesehatan bumi yang dia nilai kian menurun.

 

Selain menjalankan usahanya dalam sektor energi baru dan terbarukan diklaim ramah lingkungan, pihaknya juga sangat konsen terhadap pelestarian lingkungan.

 

“Karena kita punya visi yang sama, terutama masalah konservasi sumber daya alam. Kebetulan kami bisa ketemu dengan BKSDA, terus sama Taman Satwa Cikembulan, dan ternyata kita satu visi dan misi untuk konservasi, maka kami suport kegiatan ini,” pungkasnya. (Slamet Timur).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *