Sabtu, 31 Oktober 2026
Banjar

Diduga Penyakit Epilepsi Kambuh. Remaja 17 Tahun Warga Kota Banjar, Ditemukan Meninggal di Sungai Citanduy.

Image of Img 20261031 wa0047

KOTA BANJAR, pewarta.id – Suasana tenang di aliran Sungai Citanduy, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mendadak berubah mencekam pada Sabtu (31/10/2026) siang. Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja laki-laki yang mengambang di tengah sungai sekitar pukul 11.20 WIB.

 

Korban diketahui bernama Wapa Rizki Gojali, 17 tahun, warga Bobojong, Pataruman. Penemuan ini bermula dari seorang pemancing, Galisandi Pratama, yang melihat benda mencurigakan di permukaan air. Awalnya ia mengira hanya sampah hanyut, namun setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata tubuh manusia.

 

“Saya berdiri untuk memastikan, dan benar itu mayat. Saya coba kait dengan pancing, percobaan pertama gagal, tapi akhirnya berhasil,” ungkap Galisandi.

 

Tak lama berselang, laporan warga diterima Polsek Pataruman. Kapolsek Iptu Hermawan bersama tim gabungan dari BPBD, PMI, dan masyarakat langsung menuju lokasi. Proses evakuasi tidak mudah karena titik penemuan sulit dijangkau lewat darat, sehingga perahu digunakan untuk mengangkat jenazah.

 

“Begitu laporan masuk, kami segera bergerak. Evakuasi dilakukan bersama unsur terkait,” jelas Hermawan.

 

Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari identifikasi awal, korban memang warga Kota Banjar. Keterangan keluarga menyebutkan, Wapa memiliki riwayat epilepsi yang sering kambuh.

 

Dugaan sementara, penyakit tersebut kembali menyerang saat korban berada di sungai, hingga akhirnya terjadi kecelakaan fatal. “Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban. Kondisi jenazah masih segar. Dugaan sementara ini murni kecelakaan,” tambah Hermawan.

 

Aep, ayah korban, membenarkan bahwa jasad tersebut adalah anaknya. Ia mengatakan Wapa sempat pamit meninggalkan rumah sekitar pukul 06.00 WIB pagi. Kepergian itu menjadi pertemuan terakhir yang kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

 

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa atas tragedi ini dan berharap keluarga diberi ketabahan. Sementara itu, proses pendalaman informasi tetap dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa riwayat penyakit tertentu bisa berisiko besar ketika beraktivitas di area berbahaya seperti sungai. Kejadian tragis Wapa Rizki Gojali kini menambah catatan duka di Sungai Citanduy, sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada.(Asep Restu)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…