CIAMIS, Pewarta.id – Ratusan anggota Pramuka dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-65 yang dipusatkan di Lapangan MTs Sabilurrosyad, Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jumat (14/08/2026). Kegiatan tersebut digelar di lingkungan Pondok Pesantren Sabilurrosyad dan diikuti dengan antusias oleh peserta dari berbagai pangkalan di wilayah Kecamatan Jatinagara.
Sebagaimana dilansir VOS Media, acara turut dihadiri Camat Jatinagara yang bertindak selaku Inspektur Upacara, unsur Koramil yang diwakili Babinsa, Mabinkamtibmas dari Polsek Kawali, Kepala Puskesmas Jatinagara, Koordinator Wilayah Pendidikan, KUA Jatinagara, sejumlah Kepala Desa se-Kecamatan Jatinagara, serta para Mabigus dan kepala sekolah dari seluruh sekolah di wilayah tersebut. Upacara bendera menjadi pembuka rangkaian acara sebelum dilanjutkan dengan berbagai kegiatan kepramukaan lainnya.
Andalan Waka Bina Orgakum Kwarran Jatinagara sekaligus Andalan Bina Muda Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis, Feri Herianto, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Ia berharap Gerakan Pramuka di Jatinagara dapat semakin maju ke depannya, khususnya di sejumlah pangkalan seperti MA Sabilurrosyad, Fatimatuzzahra, Ibnu Sina, dan MTs Sabilurrosyad, demikian dikutip dari VOS Media.

Ketua Kwarran Jatinagara, Dadi Supriyadi, S.Pd., S.S., menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Yayasan Sabilurrosyad yang dinilai telah memfasilitasi kegiatan dengan baik dari sisi sarana prasarana maupun dukungan lainnya. Dadi memaparkan, dalam rangka HUT kali ini Kwarran Jatinagara mengadakan sejumlah kegiatan, di antaranya Dianpinru, Pesta Siaga, serta technical meeting untuk LT2 yang rencananya akan dilaksanakan pada September mendatang.
Ia menjelaskan, Kwarran Jatinagara membawahi sekitar 37 pangkalan yang terbagi dalam dua unsur, yakni Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Di bawah Dinas Pendidikan tercatat 18 pangkalan tingkat SD dan 4 pangkalan tingkat SMP, sementara di bawah Kemenag terdapat 6 pangkalan Tsanawiyah dan 7 pangkalan MI. Setiap pangkalan mengirimkan perwakilan peserta, dengan rincian dua orang untuk Pesta Siaga dan dua orang untuk Dianpinru bagi jenjang SD/MI, serta dua orang Dianpinru untuk jenjang SMP, ditambah Ketua Mabigus beserta tiga hingga empat orang pembina dari masing-masing pangkalan.
Selaku pihak yayasan yang menjadi tuan rumah, Ust. Ibrahim, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, peringatan HUT Pramuka kali ini tidak hanya diisi upacara bendera, tetapi juga syukuran bersama, dilanjutkan kegiatan Dianpinru berupa permainan dan latihan, serta Pesta Siaga di lapangan MTs. Ia menambahkan bahwa momen ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik untuk berlatih tanggung jawab, mulai dari mengelola sound system, menjadi petugas upacara, MC, hingga pembaca Pancasila dan Dasadarma.

Pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Ust. H. Basuni, S.Ag., M.Pd.I., turut menyampaikan kebanggaannya karena pesantren dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan HUT Pramuka Kwarran Jatinagara. Ia menilai respons dari seluruh pangkalan, baik tingkat Tsanawiyah, SMP, Madrasah Ibtidaiyah, maupun SD, sangat antusias selama berada di lingkungan pesantren, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan tempat dan akomodasi bagi tamu undangan.
Sejumlah pihak lain turut mengapresiasi jalannya acara, di antaranya Iim Mardiah yang menyoroti semangat peserta terutama saat sesi Pesta Siaga dan Dianpinru, serta Jejen yang mengaku terharu karena ini menjadi kali pertama peringatan Hari Pramuka digelar di MTs Sabilurrosyad. Salah satu peserta, Hanisa dari SMPN 1 Jatinagara, mengaku senang bisa mengikuti acara karena dapat menambah pengalaman sekaligus memperluas pertemanan dengan peserta dari pangkalan lain.
Peringatan HUT Pramuka ke-65 di Kecamatan Jatinagara ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata, melainkan terus menjadi ajang penguatan kolaborasi antara sekolah, pesantren, dan unsur pemerintahan setempat demi kemajuan Gerakan Pramuka di wilayah tersebut. (Pewarta.id/Red, sumber: VOS Media voss.my.id)











