CIAMIS, pewarta.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis terus memperkuat penanganan penyalahgunaan narkotika melalui layanan asesmen terpadu, rehabilitasi, serta edukasi pencegahan yang menyasar masyarakat hingga kalangan pelajar.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, BNNK Ciamis telah menerima 14 orang dari penanganan kepolisian untuk menjalani asesmen terpadu. Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan individu yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkotika mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis dan ketentuan yang berlaku.
Kepala BNNK Ciamis, Yaya Suriadijaya, S.H., M.Si., mengatakan pihaknya tidak hanya berfokus pada upaya pemberantasan, tetapi juga memberikan layanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan pemulihan dari penyalahgunaan narkotika.
“Untuk tahun ini, kami menerima 14 orang dari kepolisian untuk dilakukan asesmen terpadu. Alhamdulillah, jumlahnya mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya,” ujar Yaya, Jum’at (30/10/2026).
Ia menyebutkan, jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan angka 46 yang dicatat pada periode sebelumnya. Meski demikian, perbandingan tersebut perlu dilihat berdasarkan periode dan kategori data yang sama agar dapat menggambarkan perkembangan penanganan secara akurat.

Rehabilitasi Rawat Jalan Jadi Layanan Utama
Dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, BNNK Ciamis menyediakan layanan rehabilitasi rawat jalan melalui klinik yang dimiliki. Layanan ini memungkinkan klien mendapatkan pendampingan dan penanganan tanpa harus menjalani perawatan inap.
Yaya menjelaskan, penentuan bentuk rehabilitasi disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan medis masing-masing individu.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang membutuhkan rehabilitasi rawat inap, BNNK Ciamis dapat merujuknya ke fasilitas rehabilitasi yang sesuai, termasuk fasilitas di kawasan Lido, Bogor, atau wilayah lain berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan layanan.
Hingga Oktober 2026, sebanyak 14 orang yang menjalani asesmen terpadu tersebut mendapatkan penanganan berupa rehabilitasi rawat jalan. Sementara itu, BNNK Ciamis belum mencatat klien yang menjalani rehabilitasi rawat inap dalam kelompok penanganan tersebut.
Menurut Yaya, rehabilitasi merupakan bagian penting dalam penanganan penyalahgunaan narkotika. Pendekatan ini diperlukan agar individu yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh layanan pemulihan sesuai kondisi dan tingkat kebutuhannya.
Pencegahan Menyasar Pelajar dan Remaja
Selain memperkuat rehabilitasi, BNNK Ciamis terus meningkatkan upaya pencegahan, terutama di kalangan pelajar dan remaja yang menjadi salah satu sasaran penting edukasi bahaya narkotika.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara langsung di lingkungan pendidikan, termasuk memanfaatkan kegiatan apel sekolah untuk menyampaikan pesan pencegahan.
BNNK Ciamis menilai edukasi sejak dini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya narkotika, psikotropika, dan penyalahgunaan obat-obatan tertentu tanpa pengawasan tenaga medis.
Yaya mengakui, persoalan penyalahgunaan obat-obatan di kalangan remaja masih memerlukan perhatian bersama. Dalam sejumlah kasus, penanganan perlu mempertimbangkan kondisi individu melalui asesmen medis agar langkah yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya.
Karena itu, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi semata. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang mampu melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan narkotika.
Peredaran Obat Terlarang Kian Menantang
BNNK Ciamis juga menyoroti perkembangan pola peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang dilakukan melalui beragam cara, termasuk transaksi daring maupun secara langsung.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam upaya pencegahan karena masyarakat, khususnya kalangan remaja, perlu memiliki pengetahuan dan kewaspadaan terhadap berbagai modus peredaran.
Yaya menegaskan, upaya pencegahan harus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan tidak mengabaikan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitarnya dan mendorong individu yang membutuhkan pertolongan untuk mengakses layanan yang tepat.
Melalui penguatan rehabilitasi dan pencegahan, BNNK Ciamis berharap penanganan penyalahgunaan narkotika dapat berjalan lebih komprehensif. Tidak hanya menekan risiko penyalahgunaan, langkah tersebut juga diharapkan membuka akses pemulihan bagi mereka yang membutuhkan serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Penguatan layanan rehabilitasi dan edukasi menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih sadar, tanggap, dan terlindungi dari bahaya penyalahgunaan narkotika.***






