Wabup Ciamis. Peringatan Isra Miraj Momentum Untuk Meningkatkan Keimanan

CIAMIS, pewarta.id – Wakil Bupati Ciamis, H Yana D Putra menghadiri acara Gebyar Akbar Rajab 1445 Hijriah yang di gelar di Masjid Agung Ciamis, Selasa (30/01/2024).

 

Acara yang diselenggarakan oleh PD BKMM Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan DKM Masjid Agung Ciamis ini sukses menarik antusiasme ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis dengan menghadirkan pendakwah muda terkenal Koh Denis Lim.

 

Wabup berharap melalui kegiatan peringatan Isra Miraj ini dapat dijadikan momentum dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

 

“Paling tidak kita selaku umat Islam dapat menjalankan shalat 5 waktu sebagai hasil dari pada kejadian luar biasa Isra Miraj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW,” Ucapnya.

Baca Juga :  H Pepi Tomy Sudrajat dan Dani Kuswardani gencar konsolidasi Penguatan Tubuh Partai Nasdem ke Tingkat Desa di Ciamis

 

Dimana Shalat fardhu yang 5 waktu ini merupakan wahyu yang paling istimewa dimana Nabi SAW menerimanya secara langsung dari Allah SWT tanpa melaui malaikat jibril seperti wahyu-wahyu yang lainnya.

 

Disamping dapat mendirikan shalat Wabup juga mengajak untuk dapat mengimlpementasikan dan mengamalkan ibadah shalat tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

 

Selain itu, menjelang pelaksanaan pemilu mendatang Wabup sampaikan beberapa hal terkait suksesi kegiatan pesta demokrasi kepada para jamaah.

 

Menurutnya, terdapat tiga hal yang akan menentukan pelaksanaan pemilu dapat terlaksana dengan sukses.

Baca Juga :  Kapolres Ciamis Sapa Pemudik dengan Musik, Hadirkan Rasa Aman dan Nyaman di Rest Area

 

Pertama, tingkat partisipasi masyarakat, dimana Bupati Ciamis untuk tingkat partisipasi masyarakat ini menargetkan sampai dengan 85 persen.

 

Oleh karena itu Ia menghimbau kepada Kepala Desa dan pihak lainya untuk sama sama mengajak masyarakat untuk memberikan hak pilihnya pada pelaksanaan pemilu mendatang dengan hadir langsung ke TPS.

 

Kedua, senantiasa menjaga kondusifitas dan menjaga agar tidak terjadi perpecahan, karena beda pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi.

 

Yang terakhir ketiga, adalah bagaimana penyelenggara pemilu bisa melayani masyarakat dan melaksanakan pemilu ini secara langsung, umum bebas, rahasia, jujur dan adil.**(aldi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *