Jumat, 30 Oktober 2026
Jawa Barat

Tiga Kandidat Berebut Ketua IJTI Tasikmalaya, Penentu Arah Baru Organisasi Jurnalis Televisi

Image of Ijti korda tasikmalaya

TASIKMALAYA, pewarta.id – Penguatan organisasi profesi dan regenerasi kepemimpinan menjadi agenda penting Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Tasikmalaya dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis.

Momentum tersebut mengemuka menjelang pelaksanaan Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) II IJTI Korda Tasikmalaya. Tiga jurnalis televisi resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua setelah menyelesaikan tahapan pengembalian formulir dan pengambilan nomor urut, Jumat (30/10/2026).

Ketiga kandidat tersebut yakni Muhammad Asep Hasbi At-Tamimi, jurnalis UTV, yang memperoleh nomor urut 1. Kemudian Deden Rahadian, jurnalis CNN Indonesia, dengan nomor urut 2, serta Rambat Eko Setya Budi, jurnalis SCTV, yang mendapatkan nomor urut 3.

Pemilihan ketua dijadwalkan berlangsung Kamis (12/11/2026) dan menjadi agenda utama dalam rangkaian Muskorda II IJTI Korda Tasikmalaya.

Ketua Pelaksana Muskorda, Yanto Supriatna, mengatakan kehadiran tiga kandidat menunjukkan dinamika dan partisipasi anggota dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.

Menurutnya, Muskorda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi, konsolidasi, dan penentuan langkah strategis organisasi profesi jurnalis televisi.

“Tahapan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Muskorda IJTI Korda Tasikmalaya. Dengan tiga calon ini, kita berharap ketua terpilih ke depan mampu membawa IJTI Korda Tasik semakin baik,” jelas Yanto.

Ia menegaskan, seluruh tahapan pemilihan dilaksanakan sesuai agenda dan aturan organisasi. Panitia juga berkomitmen menjaga keterbukaan agar seluruh anggota dapat mengikuti serta mengawal proses demokrasi tersebut.

“Alhamdulillah, tahapan hari ini berjalan sesuai agenda. Semua calon menyerahkan formulir dan mengambil nomor urut. Ini bagian dari proses demokrasi organisasi yang kita junjung bersama,” ujarnya.

Regenerasi Kepemimpinan Hadapi Disrupsi Media

Yanto menilai, tantangan organisasi profesi jurnalis televisi saat ini semakin kompleks. Perubahan ekosistem media, perkembangan teknologi digital, hingga derasnya arus informasi menuntut organisasi untuk terus beradaptasi.

Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran IJTI sebagai wadah profesi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menjaga kualitas jurnalistik di tengah perubahan industri media.

“Ini Muskorda yang kedua. Artinya, ada harapan besar agar kepengurusan ke depan membawa gerak laju organisasi ke arah yang baru. Apalagi tantangan disrupsi media saat ini tidak ringan, kita harus adaptif,” ungkapnya.

Menurut Yanto, jurnalis televisi tidak cukup hanya menguasai keterampilan peliputan dan produksi berita konvensional. Kemampuan digital, penguasaan teknologi, serta kecepatan beradaptasi menjadi kompetensi yang perlu terus dikembangkan.

Namun, peningkatan kemampuan tersebut harus tetap berlandaskan prinsip jurnalistik, terutama akurasi, verifikasi, independensi, dan tanggung jawab kepada publik.

“Jurnalis televisi harus terus meningkatkan kemampuan, terutama di ranah digital. Verifikasi informasi menjadi hal utama agar publik tidak menerima berita yang keliru,” tegasnya.

Soliditas Anggota Jadi Kekuatan Organisasi

Selain regenerasi kepemimpinan, Muskorda II juga diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota.

Yanto menekankan, ketua terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan selama proses pemilihan.

Menurutnya, kekuatan organisasi profesi tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan, tetapi juga partisipasi, komunikasi, dan komitmen seluruh anggota dalam menjalankan program organisasi.

“Siapa pun yang terpilih nanti, kami harap bisa merangkul semua anggota. Kebersamaan itu penting agar IJTI Korda Tasik semakin solid dan diperhitungkan,” tuturnya.

Melalui Muskorda II, IJTI Korda Tasikmalaya diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kompetensi jurnalis televisi, serta menjaga profesionalisme dan integritas pers di tengah tantangan disrupsi informasi.

Dengan demikian, regenerasi kepengurusan tidak hanya menjadi pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum memperkuat eksistensi IJTI sebagai organisasi profesi yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas jurnalistik dan kehidupan pers di daerah.***

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Memuat berita selanjutnya…