TASIKMALAYA, pewarta.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui Tasikmalaya Great Sale (TGS) 2026.
Tak sekadar menggenjot transaksi perdagangan, TGS 2026 diarahkan untuk memperluas akses masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk serta layanan jasa keuangan sekaligus membuka pasar yang lebih luas bagi produk unggulan Kota Tasikmalaya.
Penguatan tersebut ditandai dengan peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya, yang memuat informasi mengenai profil perusahaan, kapasitas usaha, serta produk unggulan daerah yang berorientasi ekspor.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan, TGS 2026 menjadi momentum untuk mendorong masyarakat dan pelaku usaha tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga memanfaatkan layanan keuangan secara tepat sesuai kebutuhan.
“Melalui Financial Great Deal, kami mendorong industri jasa keuangan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan. Kami ingin momentum TGS dan BIK 2026 tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara tepat sehingga dapat mendukung pengembangan usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” ujar Nofa saat menghadiri kegiatan di Aula Gedung Pusat Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya, Rabu (7/10/2026).
Dorong transaksi sekaligus akses pembiayaan
Melalui program Financial Great Deal, industri jasa keuangan, baik perbankan maupun lembaga jasa keuangan nonbank, menghadirkan berbagai penawaran kepada masyarakat.
Program tersebut mencakup cashback, pembebasan biaya tertentu, serta promosi produk tabungan, pembiayaan, investasi, asuransi, dan pergadaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pelaku UMKM, perluasan akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengembangan usaha, mulai dari kebutuhan transaksi hingga pembiayaan dan pengelolaan keuangan.
Program tersebut juga sejalan dengan semangat Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”
Melalui tema tersebut, perluasan akses keuangan diarahkan agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat aktivitas ekonomi.
Buku profil ekspor buka peluang pasar baru
Di sisi lain, Pemkot Tasikmalaya mendorong penguatan sisi produksi dan pemasaran melalui peluncuran Buku Profil Perusahaan Ekspor Kota Tasikmalaya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Negara mengatakan, buku tersebut diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkenalkan kapasitas perusahaan dan produk unggulan Kota Tasikmalaya kepada pasar yang lebih luas.
“Kita ingin potensi ekonomi Kota Tasikmalaya semakin dikenal dan memiliki pasar yang semakin luas. TGS menggerakkan transaksi di dalam kota, sementara Buku Profil Perusahaan Ekspor memperkenalkan kapasitas dan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas. Kolaborasi ini diharapkan mendorong pelaku usaha Tasikmalaya untuk terus tumbuh dan naik kelas,” ujar Diky.
Menurutnya, TGS dan penguatan promosi ekspor memiliki fungsi yang saling melengkapi. Jika TGS berperan menggerakkan aktivitas perdagangan dan konsumsi di dalam daerah, profil perusahaan ekspor menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi usaha Tasikmalaya ke jejaring bisnis yang lebih luas.
Buku tersebut memuat informasi mengenai perusahaan, kapasitas usaha, serta produk unggulan yang memiliki orientasi ekspor. Informasi itu diharapkan dapat memudahkan calon mitra usaha maupun pembeli untuk mengenali potensi produk dan perusahaan asal Kota Tasikmalaya.
Libatkan UMKM hingga industri jasa keuangan
Tasikmalaya Great Sale 2026 berlangsung pada 4–24 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dan Bulan Inklusi Keuangan 2026.
Program tersebut melibatkan pelaku UMKM, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selain mendorong peningkatan transaksi, penyelenggaraan TGS diarahkan untuk memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula PPIK Kota Tasikmalaya itu turut dihadiri pimpinan dan perwakilan perangkat daerah, perwakilan FKIJK Priangan Timur, pelaku usaha dan perusahaan ekspor Kota Tasikmalaya, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum TGS 2026, tetapi berlanjut dalam penguatan ekosistem ekonomi daerah.
Dengan perluasan akses keuangan di satu sisi dan pembukaan peluang pasar di sisi lain, pelaku usaha lokal diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan daya saing produk Tasikmalaya di pasar nasional maupun internasional.***



