PANGANDARAN, pewarta.id – Kabupaten Pangandaran kembali mendapat perhatian dunia pendidikan internasional. Sebanyak 540 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri dijadwalkan hadir di Pangandaran dan Tasikmalaya dalam program International Student Community Engagement (ISCE) III Tahun 2026.
Program pengabdian masyarakat berskala internasional tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Hotel Grand Palma Pangandaran, Selasa (23/6/2026) malam.
Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Dr. Retno Dwi Marwati, menjelaskan bahwa kegiatan ISCE tahun ini melibatkan 39 Perguruan Tinggi Negeri anggota BKS-PTN Wilayah Barat yang akan mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian di Pangandaran.
Tak hanya mahasiswa dari Indonesia, kegiatan ini juga akan diikuti peserta internasional yang berasal dari sejumlah negara sahabat, di antaranya China, Bangladesh, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Malaya.
Menurut Retno, kehadiran mahasiswa asing menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan program karena akan memperkuat pertukaran budaya, pengalaman akademik, serta memperluas jejaring kerja sama internasional.
“Sebagian perguruan tinggi yang tergabung dalam BKS-PTN juga memiliki mahasiswa asing yang akan ikut hadir di Pangandaran. Ini menjadi pengalaman pertama bagi mereka untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat di daerah ini,” katanya, Rabu (24/6/2026).
Retno menuturkan, pelaksanaan KKN Internasional tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya dan ISBI Bandung yang telah memperoleh lokasi pengabdian di Kabupaten Pangandaran.
Melalui program tersebut, para mahasiswa akan diajak mengenali sekaligus menggali berbagai potensi unggulan daerah yang dapat dikembangkan bersama masyarakat.
“Kami ingin mahasiswa internasional maupun nasional dapat melihat secara langsung potensi yang dimiliki Pangandaran dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Berbagai sektor strategis menjadi fokus kegiatan, mulai dari pertanian, teknologi, ekonomi kreatif hingga pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua BKS-PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, mengungkapkan bahwa ISCE merupakan program berkelanjutan yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di sejumlah daerah di Indonesia.
“Program ini pertama kali digelar di Sumatera Utara, kemudian Lampung, dan tahun ini Kabupaten Pangandaran dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan yang ketiga,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Rektor Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, mengatakan mahasiswa yang diterjunkan nantinya akan mengikuti dua skema kegiatan, yakni KKN Reguler dan KKN Internasional.
Menurutnya, meskipun Unsil belum memiliki program studi pariwisata, para mahasiswa akan fokus mendorong pengembangan sektor pertanian, teknologi tepat guna, serta ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan mengoptimalkan kompetensi mahasiswa sesuai bidang keilmuan yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Gumilar, menegaskan daerahnya terbuka bagi berbagai kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, Pangandaran selama ini telah menjadi salah satu destinasi favorit pelaksanaan KKN dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Hanya dalam tahun ini saja, sekitar lima ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi telah melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Kehadiran ratusan mahasiswa dari berbagai negara diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Pangandaran ke tingkat internasional melalui kolaborasi pendidikan, budaya, dan pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.











