Wabah PMK Kembali Merebak di Tasikmalaya, Puluhan Sapi Mati

Image of Screenshot 20250111 205637 video player

Tasikmalaya, pewarta.id — Sebanyak 36 ekor sapi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali mewabah. Dinas terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan penyakit tersebut dan mencegah penyebaran yang lebih luas.

Kondisi Terbaru

Wabah PMK kembali merebak di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah selatan seperti Cipatujah, Parungponteng, Karangnunggal, Bantarkalong, dan Cikalong. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya mencatat 36 ekor sapi mati akibat PMK dalam beberapa pekan terakhir.

Image of Screenshot 20250111 205532 video player
Petugas menyemprotkan anti bakteri

Langkah Pencegahan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, menjelaskan bahwa kasus ini pertama kali ditemukan di Desa Cikawungading, Cipatujah, dan kemudian menyebar ke beberapa wilayah dengan populasi ternak sapi yang signifikan. Pada Rabu pagi, dokter hewan kembali menemukan sapi yang terjangkit PMK di Pasar Hewan Manonjaya. Petugas segera mengisolasi sapi tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit.

Baca Juga :  Satlantas Pangandaran Ubah Pola Penertiban Lalu Lintas: Edukasi Didahulukan, Tilang Manual Jadi Langkah Terakhir

Upaya Pengendalian

Sementara itu, Kepala Balai Veteriner Subang, drh. Sodirun, menyatakan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi dan antisipasi kepada para peternak agar wabah PMK tidak menyebar luas di Kabupaten Tasikmalaya. “Kita hanya mempertahankan kondisi tubuh sapi tetap sehat, tidak ada obat yang spesifik. Penting untuk memberikan pakan bergizi seperti rumput hijau dan fokus pada pengobatan luka di kaki, yang bisa menyebabkan sapi ambruk,” jelas Sodirun.

Baca Juga :  Satpol PP Jabar Menggelar Forum Perangkat Daerah Satpol PP Se Jabar tahun 2021

Data Terkini

Dari 45 ribu populasi ternak sapi di Kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 470 ekor tercatat terpapar PMK dan 36 ekor sapi mati. Pemerintah saat ini mengambil langkah cepat untuk menangani penyebaran penyakit ini, termasuk peningkatan biosecurity di kandang dan sosialisasi kepada peternak. Penutupan pasar hewan selama dua pekan ke depan dinilai efektif untuk menekan penyebaran wabah PMK pada ternak sapi.

Dinas terkait berharap wabah PMK segera terkendali dan populasi ternak sapi di Kabupaten Tasikmalaya kembali sehat.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *