Kota Bandung,PEWARTA.id- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan dua strategi utama untuk mencapai nol kasus stunting baru di Jawa Barat. Hal ini disampaikan dalam acara senam sehat menuju “zero new stunting” di halaman Gedung Sate.
Herman menjelaskan, strategi utama yang diusung adalah penanganan gizi sebelum dan sesudah kelahiran.
“Komitmen Pemprov Jabar adalah tidak boleh ada stunting baru. Strateginya ada dua, sebelum kelahiran dan setelah kelahiran,” ungkapnya.
Untuk menangani stunting sebelum kelahiran, fokusnya adalah pada ibu hamil. Herman menekankan pentingnya pemenuhan gizi, seperti asupan tablet tambah darah untuk mencegah anemia.
Ibu hamil juga diwajibkan menjalani pemeriksaan minimal enam kali selama masa kehamilan.
“Kami pastikan ibu hamil mendapatkan konsumsi protein hewani seperti telur, daging, ikan, dan susu,” tambahnya.
Setelah kelahiran, perhatian beralih kepada balita berusia 0-6 bulan, yang diharuskan mendapatkan ASI eksklusif. Bagi bayi berusia 7-24 bulan.
“Selain ASI eksklusif, mereka juga perlu mendapatkan tambahan makanan bergizi yang mengandung protein hewani,” jelasnya.
Herman percaya bahwa dengan melaksanakan kedua strategi ini, prevalensi stunting di Jabar bisa ditekan dari 21 persen menjadi 14 persen sesuai target.
Ia mengajak semua pimpinan kewilayahan di Jabar untuk bekerja sama dalam menerapkan langkah-langkah tersebut di wilayah masing-masing.
“Yang jelas, sukses atau tidaknya tergantung partisipasi masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi. Karena itu, kami mengajak semua jajaran pemerintah untuk bahu membahu mewujudkan zero new stunting,” tegasnya.
Dengan upaya kolaboratif ini, Pemprov Jabar berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.










