Anak Jawa Barat Hadapi 8 Ancaman Serius, KPAID Jabar Gandeng Pangdam III/Siliwangi Perkuat Perlindungan Generasi Muda

Image of Kpaid (2)

BANDUNG, pewarta.id – Masa depan jutaan anak di Jawa Barat menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang anak kini menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Kondisi tersebut mendorong Forum Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Jawa Barat menjalin sinergi dengan Kodam III/Siliwangi melalui pertemuan bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Rabu (24/6/2026).

Pertemuan yang dipimpin Ketua Forum KPAID Jawa Barat, Ato Rinanto, itu menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen perlindungan anak sekaligus mempersiapkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang akan diperingati pada 23 Juli mendatang.

Image of Kpaid (1)

Delapan Ancaman Besar Mengintai Anak-anak Jawa Barat

Dalam pemaparannya, KPAID Jawa Barat mengungkapkan bahwa dari sekitar 52 juta penduduk Jawa Barat, sebanyak 31 persen atau sekitar 15,6 juta jiwa merupakan anak-anak. Jumlah yang sangat besar tersebut menjadi aset pembangunan yang harus dijaga dari berbagai ancaman sosial yang terus berkembang.

Menurut Ato Rinanto, sedikitnya terdapat delapan persoalan krusial yang saat ini mengancam kesehatan mental, moral, dan masa depan anak-anak di Jawa Barat.

Ancaman tersebut meliputi kecanduan gawai dan dampak negatif digitalisasi, pergaulan bebas, kriminalitas yang melibatkan anak, eksploitasi anak, perundungan atau bullying, paparan paham radikal, stunting sejak masa kandungan, hingga penyalahgunaan narkotika dan minuman beralkohol.

“Ancaman terhadap anak saat ini semakin kompleks. Anak-anak dari keluarga kurang mampu rentan terpapar minuman keras, sementara dari kalangan ekonomi menengah ke atas tidak sedikit yang menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ato.

Baca Juga :  USAI PEREKAMAN DATA DIRI, PULUHAN PENYANDANG DISABILITAS DI KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG TELAH BER KTP ELEKTRONIK

Ia menilai persoalan tersebut ibarat fenomena gunung es. Banyak kasus yang belum terungkap ke permukaan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Keluarga Tetap Menjadi Garda Terdepan

Di tengah berbagai tantangan tersebut, KPAID Jawa Barat menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan sekolah, pemerintah, maupun aparat penegak hukum.

Peran keluarga tetap menjadi faktor paling menentukan dalam membentuk karakter dan ketahanan anak menghadapi pengaruh negatif lingkungan.

Ato menegaskan bahwa rumah merupakan sekolah pertama bagi anak. Karena itu, kehadiran orang tua dalam mendidik, mengawasi, dan memberikan teladan menjadi benteng utama yang tidak tergantikan.

“Penguatan keluarga harus menjadi prioritas. Orang tua memiliki peran sentral dalam membangun karakter anak agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” katanya.

Kisah Pangdam III/Siliwangi Jadi Inspirasi Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Kosasih berbagi kisah perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Pangdam yang dikenal luas dengan julukan “Jenderal Santri” itu mengaku tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, namun berhasil meraih posisi tertinggi di lingkungan Kodam III/Siliwangi berkat dukungan dan doa orang tua.

Ia mengenang masa mudanya ketika masih duduk di bangku SMA dan menjalani aktivitas sebagai marbot masjid. Bahkan, karena kondisi rumah yang sempit, ia sering bermalam di masjid.

Meski demikian, orang tuanya tidak pernah berhenti menanamkan harapan dan keyakinan bahwa dirinya mampu menjadi sosok yang sukses.

“Dulu orang tua saya sering menceritakan tentang seorang Pangdam III/Siliwangi bernama Kosasih. Mereka terus mendoakan agar saya bisa mengikuti jejak beliau. Alhamdulillah, hari ini doa itu dikabulkan Allah SWT,” tutur Mayjen TNI Kosasih.

Baca Juga :  Terjaring 174 pelanggar dalam waktu 3 Jam

Film “Jenderal Urang” Siap Angkat Nilai Pendidikan Keluarga

Pertemuan tersebut juga membahas rencana produksi film biografi berjudul “Jenderal Urang”, yang mengangkat perjalanan hidup serta kepedulian Mayjen TNI Kosasih terhadap dunia anak.

Film tersebut terinspirasi dari berbagai aksi kemanusiaan yang dilakukan Kosasih saat menjabat sebagai Komandan Korem 062/Tarumanagara Garut, khususnya dalam membantu dan melindungi anak-anak yang menghadapi berbagai persoalan sosial.

KPAID Jawa Barat menilai sosok Kosasih layak dijadikan teladan karena kepeduliannya terhadap anak tidak hanya sebatas tugas sebagai prajurit, tetapi juga lahir dari komitmen pribadi terhadap masa depan generasi bangsa.

Mayjen TNI Kosasih menyambut positif rencana tersebut dan berharap film yang akan diproduksi mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Saya berharap film Jenderal Urang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para orang tua tentang pentingnya mendidik, membimbing, dan mendoakan anak-anak agar kelak menjadi pribadi yang berhasil,” ujarnya.

Kolaborasi antara KPAID Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi diharapkan mampu memperkuat gerakan perlindungan anak di Jawa Barat. Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan teknologi, anak-anak membutuhkan dukungan nyata dari seluruh elemen masyarakat agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Karena pada akhirnya, masa depan Jawa Barat dan Indonesia berada di tangan anak-anak yang hari ini sedang tumbuh dan belajar menghadapi zamannya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *