Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Jumat Kliwon dan Cuaca Ekstrem, Nelayan Pangandaran Serentak Hentikan Aktivitas Melaut

Image of Jumat kliwon

PANGANDARAN, pewarta.id  – Aktivitas melaut nelayan di Kabupaten Pangandaran kembali terhenti akibat kombinasi cuaca ekstrem dan kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi. Setelah sejak Rabu hingga Kamis memilih tidak turun ke laut karena hujan lebat, angin kencang, dan kabut tebal, para nelayan pada Jumat (23/1/2026) juga tetap menahan diri untuk tidak melaut.

Kondisi perairan laut Pangandaran dinilai masih berisiko bagi keselamatan. Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan gelombang tidak menentu, sementara kabut tebal membatasi jarak pandang nelayan di laut terbuka. Situasi tersebut membuat nelayan memilih langkah aman dengan menghentikan sementara aktivitas penangkapan ikan.

Selain faktor cuaca, penghentian aktivitas melaut pada hari tersebut juga bertepatan dengan Jumat Kliwon, yang secara turun-temurun diyakini nelayan Pangandaran sebagai hari pantangan untuk melaut. Kearifan lokal ini masih dipatuhi hingga kini dan dianggap sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan jiwa di laut.

Berdasarkan pantauan Tim SAR Barakuda Pangandaran, sejumlah kapal nelayan terlihat bersandar di Pantai Timur Pangandaran. Tidak hanya kapal nelayan lokal, beberapa kapal nelayan dari Cilacap, Jawa Tengah, dan daerah lain juga memilih menepi sementara sambil menunggu kondisi cuaca kembali normal.

Ketua Tim SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrian, menyampaikan bahwa keputusan nelayan untuk tidak melaut merupakan langkah antisipasi yang tepat guna menghindari potensi kecelakaan laut.

“Cuaca masih belum bersahabat. Hujan lebat, angin kencang, dan kabut cukup membahayakan. Nelayan memilih tidak melaut sebagai bentuk kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan di laut,” kata Sakio.

Ia menambahkan, pengalaman nelayan dalam membaca kondisi alam, ditambah kearifan lokal seperti larangan melaut pada Jumat Kliwon, selama ini terbukti membantu menekan risiko kecelakaan laut di wilayah Pangandaran.

Selama aktivitas melaut dihentikan, sebagian nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki jaring, melakukan perawatan perahu, serta memantau perkembangan cuaca. Nelayan juga terus menunggu informasi terbaru terkait kondisi perairan sebelum kembali melaut.

Tim SAR Barakuda mengimbau nelayan agar tidak memaksakan diri turun ke laut sebelum kondisi benar-benar aman dan tetap mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama.

Dengan mengedepankan kehati-hatian, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, serta menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun, nelayan Pangandaran diharapkan dapat kembali melaut dengan aman ketika kondisi perairan telah memungkinkan.[gpwk]

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

pendidikan

Polres Pangandaran Kenalkan Tugas Polisi kepada Siswa SLB Lewat Pembelajaran Langsung

PANGANDARAN, pewarta.id – Lingkungan kepolisian menjadi ruang belajar baru bagi siswa-siswi SLB Negeri Widi Asih Parigi. Melalui kegiatan outing class di Markas…

DST · 5 jam lalu
Nasional

Antrean Pertalite Mengular di Bali, Warga Mengaku Menunggu hingga Lima Jam

DENPASAR, pewarta.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali memicu antrean…

DST · 15 jam lalu
Priangan Timur

Bupati Ciamis Ingatkan Kades Cisontrol: Uang Desa Harus Dipertanggungjawabkan, Jangan Pecat Perangkat karena Politik

CIAMIS, pewarta.id  – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan Kepala Desa Cisontrol yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memahami…

DST · 24 jam lalu
Priangan Timur

Sinergi Ikhtiar Lahir dan Batin: Pemkab Pangandaran Atasi Kemarau Melalui Puluhan Sumur Bor hingga Salat Istisqa

PANGANDARAN, pewarta.id  — Pemerintah Kabupaten Pangandaran memacu langkah darurat sekaligus merancang mitigasi jangka panjang untuk menanggulangi dampak krisis air bersih dan kekeringan…

DST · 1 hari lalu
Jawa Barat

Terungkap Dugaan Modus “Pengantin Pesanan”, Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen PIK 2, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi

TASIKMALAYA, pewarta.id – Dugaan tindak pidana terhadap anak dengan modus “pengantin pesanan” terungkap setelah seorang anak di bawah umur yang sebelumnya dilaporkan…

DST · 1 hari lalu
Memuat berita selanjutnya…