UMKM Ciamis Tampil Memikat di Jayantara Priangan Timur 2026, Kopi hingga Sale Pisang Siap Tembus Pasar Global

Image of 20260724 175749

Tasikmalaya, pewarta.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong daya saing produk unggulan daerah dengan berpartisipasi pada ajang Jayantara Priangan Timur 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengatakan keikutsertaan Ciamis dalam kegiatan Jayantara Priangan Timur ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Priangan Timur.

 

“Keikutsertaan Ciamis di Jayantara merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM. Ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan sekaligus memperluas pasar,” kata Andang Firman Kepada Pewarta.id di Stand Dekranasda Kabupaten Ciamis di Jayantara Priangan Timur,  di area Komplek Kantor Bupati Tasikmalaya, Jumat (24/07/2026).

 

Beragam produk khas Ciamis dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari batik, aneka makanan olahan, kopi, galendo, hingga produk kerajinan kreatif berbahan dasar koran bekas yang diolah menjadi berbagai karya bernilai ekonomi.

Baca Juga :  Tiga Tambang Pasir di Garut Dihentikan, Pemprov Jabar dan Pemkab Lakukan Sidak Gabungan

 

Menurut Andang, produk-produk UMKM Ciamis kini tidak hanya dipasarkan melalui pameran dan festival, tetapi juga telah memanfaatkan platform digital. Selain itu, berbagai produk unggulan dipasarkan melalui galeri UMKM sebagai upaya memperluas jangkauan konsumen.

 

Pemkab Ciamis juga terus memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM, salah satunya melalui program fasilitasi 1.000 sertifikat halal gratis bagi pelaku usaha makanan olahan.

 

“Program ini merupakan dukungan dari Pak Bupati agar UMKM semakin mudah memperoleh sertifikat halal tanpa biaya, sehingga produk mereka semakin dipercaya dan memiliki daya saing,” katanya.

 

Tak hanya menguasai pasar domestik, sejumlah produk unggulan Ciamis juga telah menembus pasar ekspor. Komoditas kopi dari berbagai merek lokal telah dipasarkan ke mancanegara, termasuk Jepang. Selain itu, produk sale pisang khas Ciamis juga mulai merambah pasar luar negeri.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Tetap Prioritaskan Bantuan Sosial untuk Warga Rentan

 

Di balik tingginya permintaan tersebut, Andang mengakui masih terdapat tantangan pada ketersediaan bahan baku, khususnya pisang ambon sebagai bahan utama sale pisang.

 

“Permintaan cukup tinggi, namun pasokan bahan baku dari Ciamis belum mampu memenuhi kebutuhan. Karena itu kami terus mendorong pengembangan budidaya pisang melalui kolaborasi dengan para petani,” jelasnya.

 

Sentra produksi sale pisang tersebar di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Banjarsari, Lakbok, dan Purwadadi yang selama ini menjadi pemasok utama bahan baku maupun produk olahan.

 

Melalui keikutsertaan pada Jayantara Priangan Timur 2026, Kabupaten Ciamis optimistis produk-produk lokal akan semakin dikenal luas, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih besar. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan serta dukungan pemerintah terhadap legalitas dan pemasaran, UMKM Ciamis diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mengangkat nama Ciamis di pasar nasional maupun internasional.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *