Ciamis, Pewarta.id,- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis melaksanakan pemotongan hewan kurban pada hari ketiga Tasyrik Iduladha 1446 Hijriah, Senin (9/6/2025).
Sebanyak tiga ekor sapi disembelih di halaman belakang kampus dengan melibatkan civitas akademika serta masyarakat sekitar.
Kontribusi Seluruh Elemen Kampus
Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, menyampaikan bahwa hewan kurban tersebut merupakan hasil partisipasi para dosen, karyawan, serta satu ekor dari program kesejahteraan institusi.
“Alhamdulillah, dua sapi merupakan hasil swadaya dosen dan karyawan, sementara satu lainnya berasal dari program institusi untuk karyawan,” ujarnya.
Pelaksanaan kurban di kampus dilakukan pada hari ketiga Tasyrik, mengingat mayoritas dosen dan karyawan telah melaksanakan kurban secara pribadi pada hari pertama dan kedua Iduladha.
“Kami memilih hari ini karena banyak dosen dan staf telah berkurban di rumah masing-masing. Maka, pelaksanaan di kampus difokuskan hari ini,” terang Nur Hidayat.
Pemotongan dilakukan secara gotong royong dengan partisipasi aktif seluruh elemen kampus.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada dosen, karyawan, serta masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
Menurut Nur, distribusi daging kurban diprioritaskan bagi warga yang tinggal di wilayah sekitar kampus, khususnya di Desa Karanggedang, Linggasari, Rancapetir, dan sejumlah daerah lain yang berada dalam radius satu kilometer.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami terhadap masyarakat sekitar. Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada warga,” tuturnya.
Wujud Dakwah dan Pengabdian
Lebih dari sekadar ritual ibadah, kegiatan kurban ini juga dimaknai sebagai wujud dari misi dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Nur Hidayat menegaskan bahwa pelaksanaan kurban di lingkungan kampus sejalan dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi fondasi perguruan tinggi tersebut.
“Kurban ini bukan hanya melaksanakan syariat Nabi Ibrahim, tetapi juga bentuk dakwah kami. Ini bagian dari implementasi Catur Dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat serta nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat.
“Kami ingin terus hadir dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar, agar keberadaan kampus memberi dampak yang nyata,” ucapnya.***











