Kamis, 22 Oktober 2026
Ciamis

Krisis Air di Cisaga, Ancam Produksi Ketahanan Pangan Lokal

Krisis Air di Cisaga, Ancam Produksi Ketahanan Pangan Lokal. (Foto: Ist)
Krisis Air di Cisaga, Ancam Produksi Ketahanan Pangan Lokal. (Foto: Ist)

Ciamis, Pewarta.id – Ratusan hektare sawah di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam alih fungsi akibat krisis air yang tak kunjung teratasi.

Kepala Desa Cisaga, Toha, mengatakan krisis ini sudah berlangsung hampir dua dekade.

Kondisi makin parah karena Bendungan Cihampalu mengalami sedimentasi berat.

“Dulu kami bisa panen dua sampai tiga kali. Sekarang, satu kali pun sulit,” ujar Toha kepada wartawan, usai pertemuan lintas desa di Aula Desa Cisaga, Jumat (13/6/2025).

Toha menyebut air dari bendungan tak lagi mengalir ke saluran irigasi Wangundirja sepanjang 9 kilometer.

Akibatnya, sawah di Desa Cisaga dan Mekarmukti kekurangan pasokan air.

“Banyak sawah jadi kebun, bahkan dibiarkan tumbuh ilalang,” kata dia.

Dari total 15 hektare sawah aktif di desanya, kini hanya tersisa sekitar 10 hektare.

Sisanya berubah fungsi karena tak bisa ditanami.

Sudah Diusulkan Sejak Jadi Kadus

Toha mengaku sudah menyampaikan permasalahan ini sejak ia masih menjabat kepala dusun.

Tapi hingga kini, belum ada solusi konkret.

“Setiap Musrenbang selalu disampaikan, tapi hasilnya nol,” tegasnya.

Irigasi Wangundirja pernah mendapat anggaran perbaikan Rp 1,2 miliar pada 2023. Tahun ini, ada tambahan dana Rp 1,6 miliar.

Namun menurut Toha, perbaikan hanya percuma jika bendungan Cihampalu tidak ikut dinormalisasi.

“Kalau bendungan nggak dibenahi, air tetap nggak bisa ngalir. Harus dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Irigasi Rusak, Air Tak Sampai

Selain bendungan, saluran sekunder atau irigasi kecil yang disebut warga “irigasi cacing” juga rusak.

Saluran ini tertutup lumpur dan dipenuhi gulma.

Kepala Desa Karyamulya, Dudung, menyebut lubang saluran bendungan terlalu kecil.

Air dari bendungan tak bisa mengalir lancar ke Cisaga.

“Dulu tahun 1970-an, air masih bisa sampai Purwaharja, Banjar. Sekarang, Cisaga aja nggak nyampe,” ujarnya.

Masalah Kewenangan

Anggota DPRD Ciamis, Eson, menilai masalah utama terletak pada tumpang tindih kewenangan.

Saluran irigasi Wangundirja melintasi dua daerah, yaitu Ciamis dan Kota Banjar, sehingga jadi kewenangan provinsi.

“Ada irigasi desa, kabupaten, provinsi, pusat. Semua tumpang tindih, jadi bingung siapa yang harus bertindak,” kata Eson.

Eson juga menyoroti proyek perbaikan 2023 yang dinilainya asal-asalan.

Ia menyarankan pembangunan dilakukan secara swadaya.

“Petani yang kerja pasti lebih niat. Mereka yang paling butuh air,” tegasnya.

Pusat Siap Turun Tangan

Sementara itu, anggota DPR RI, Heri Darmawan, mengatakan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran Rp 12 triliun untuk irigasi tahun 2025.

Menurut Heri, pembangunan kini bisa dilakukan langsung oleh kementerian, tak harus lewat daerah.

“Masalah pupuk udah banyak yang beres. Tapi air ini belum. Lahan nggak bisa optimal kalau air nggak ada,” ujarnya.***

Rizki

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Priangan Timur

Bupati Ciamis Ingatkan Kades Cisontrol: Uang Desa Harus Dipertanggungjawabkan, Jangan Pecat Perangkat karena Politik

CIAMIS, pewarta.id  – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengingatkan Kepala Desa Cisontrol yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memahami…

DST · 7 hari lalu
Ciamis

Menikmati Pesona Situ Lengkong Panjalu Sambil Bermain Kayak

CIAMIS, pewarta.id — Sebuah danau di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Situ Lengkong Panjalu selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi.…

DST · 3 minggu lalu
Kesehatan

Perkuat Benteng Stunting dari Hulu, Mendukbangga Wihaji Terjunkan 5.000 Kader TPK dan Janjikan SOP Baru di Ciamis

CIAMIS, pewarta.id — Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memperketat barisan penanganan stunting nasional langsung dari akar rumput. Dalam kunjungan…

DST · 3 minggu lalu
pendidikan

PKKMB Universitas Galuh 2026: 1.772 Mahasiswa Baru Dibentuk Berkarakter, Berbudaya, dan Berdampak

CIAMIS, pewarta.id — Universitas Galuh (Unigal) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada 15–17 September 2026. Sebanyak…

DST · 16 Sep 2026
Priangan Timur

Pengemudi Becak Lansia di Ciamis Terima Becak Listrik, Kerja Lebih Ringan dan Harapan Ekonomi Keluarga Meningkat

CIAMIS, pewarta.id  – Senyum para pengemudi becak terlihat saat menerima kendaraan baru yang diharapkan dapat membuat aktivitas mereka mencari nafkah menjadi lebih…

oez26 trisno · 6 Sep 2026
Memuat berita selanjutnya…