Napak Tilas Mapay Batas: Menggali Jejak Sejarah dan Menyusuri Batas Desa Neglasari

Image of Whatsapp image 2025 08 09 at 20.34.47 67af8f3e

PAMARICAN, Pewarta.id – Pokdarwis Medal Cahya Desa Neglasari menggelar kegiatan Napak Tilas Mapay Batas sebagai bagian dari perayaan PHBN Pemerintah Desa Neglasari menyambut HUT Proklamasi RI ke-80. Acara dimulai Sabtu, 9 Agustus 2025, dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Neglasari.

Image of Whatsapp image 2025 08 09 at 20.34.47 67af8f3e

Berbagai unsur masyarakat turut ambil bagian, mulai dari perwakilan warga tiap dusun, Kader PKK, perangkat desa, tenaga pendidik, hingga siswa SD, MI, dan SMA yang ada di wilayah desa.

Image of Whatsapp image 2025 08 09 at 20.34.49 6627c773
Ketua Pokdarwis Desa Neglasari, Eka Permana, memaparkan tujuan Napak Tilas Mapay Batas kepada peserta sebagai upaya mengenalkan batas wilayah dan warisan sejarah desa.

Ketua Pokdarwis Desa Neglasari, Eka Permana, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada warga, khususnya generasi muda, agar memahami batas wilayah desa mereka. Sekitar 120 peserta ikut menelusuri tapal batas, termasuk perbatasan Desa Neglasari dengan Desa Sukajaya dan Desa Margajaya.

Baca Juga :  Unigal Angkat Isu Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Kuliah Umum Nasional

Image of Whatsapp image 2025 08 09 at 20.34.45 bcf77109

Selain menyusuri batas desa, rombongan juga mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah seperti situs perjuangan, petilasan tokoh penyebar agama Islam, dan makam leluhur yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Di titik-titik tersebut, dipasang papan nama sebagai bentuk kepedulian dan sarana edukasi agar situs sejarah tetap terjaga dan dikenal generasi mendatang.

Acara ini mendapat apresiasi dari Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis Kabupaten Ciamis, Didi Hadiwijaya atau Kang Dodeng, yang hadir bersama pengurusnya. Ia berpesan agar kegiatan semacam ini terus dilanjutkan serta menyarankan pemerintah desa untuk membukukan dan mengkaji secara akademis seluruh situs bersejarah, sehingga kelak diakui secara resmi sebagai warisan budaya berdasarkan penelitian dan kajian sejarah. ** Asep Restu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *