CIAMIS, Pewarta.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarahayu, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, melaksanakan panen cabai rawit merah (CRM) pada Kamis (30/07/2026). Panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan desa yang terus dikembangkan BUMDes Mekarahayu melalui sektor pertanian hortikultura.
Sekretaris BUMDes Mekarahayu, Yandri Andriana, mengatakan panen kali ini menjadi tonggak keberhasilan bagi BUMDes Mekarahayu dalam mengembangkan sektor pertanian hortikultura di wilayah desa.
“Panen ini menjadi tonggak keberhasilan BUMDes Mekarahayu dalam mengembangkan sektor pertanian hortikultura,” kata Yandri, Kamis (30/07/2026).
Yandri menjelaskan, program budi daya cabai rawit merah tersebut dikelola dengan memanfaatkan lahan pertanian milik desa. Pengelolaan lahan dilakukan secara intensif sehingga mampu menghasilkan panen dengan kualitas yang baik. Menurutnya, program budi daya cabai rawit merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kertahayu.
“Selain cabai rawit, di lahan yang sama kami juga menanam terong ungu. Jadi satu lahan bisa menghasilkan dua komoditas sekaligus,” ujar Yandri.
Ia merinci, panen kali ini merupakan panen kelima sejak masa tanam dimulai. Dari total 7.000 pohon cabai yang ditanam, baru sekitar 1.800 pohon atau sekitar 50 persen yang sudah dipanen. Hasil yang diperoleh dari panen kelima ini mencapai 25 kilogram cabai rawit merah segar.
Untuk harga jual, Yandri menyebutkan bahwa harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Harga tersebut, kata dia, cukup kompetitif dan menguntungkan bagi keberlangsungan program budi daya yang dijalankan BUMDes Mekarahayu.
“Panen kali ini kami harapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pendapatan desa dan para petani yang terlibat,” tambah Yandri.
Sementara itu, Kepala Dusun Tamansari, Kusnadi, mengapresiasi keberhasilan BUMDes Mekarahayu dalam mengembangkan budi daya cabai rawit merah dan terong ungu tersebut. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan berkembang ke depannya.
“Kami mengapresiasi keberhasilan BUMDes Mekarahayu ini. Semoga budi daya cabai rawit merah dan terong ungu bisa terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan produktif yang ada,” ujar Kusnadi.
Kusnadi menambahkan, selain mendukung ketahanan pangan, program budi daya ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan perekonomian warga Desa Kertahayu secara umum. Menurutnya, pemanfaatan lahan desa untuk kegiatan pertanian produktif seperti ini perlu terus didorong dan didukung oleh semua pihak, baik pemerintah desa maupun masyarakat setempat, agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh warga.
Keberadaan BUMDes di tingkat desa memang kerap diarahkan tidak hanya sebagai unit usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi warga. Melalui pengelolaan lahan pertanian secara kolektif, potensi hasil panen dapat dioptimalkan sekaligus membuka ruang kerja bagi petani setempat. Program budi daya cabai rawit merah dan terong ungu yang dijalankan BUMDes Mekarahayu menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lahan desa dapat dimanfaatkan secara produktif.
Kombinasi budi daya cabai rawit merah dan terong ungu dalam satu lahan yang sama juga dinilai menjadi strategi yang efisien bagi BUMDes Mekarahayu. Selain menghemat penggunaan lahan, pola tanam semacam ini memungkinkan pengelola memperoleh hasil dari dua komoditas sekaligus dalam satu siklus tanam, sehingga potensi pendapatan yang bisa diperoleh desa dan petani turut meningkat.
Ke depan, BUMDes Mekarahayu menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pertanian melalui inovasi dan pengelolaan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mewujudkan Desa Kertahayu yang mandiri, produktif, dan sejahtera, khususnya melalui optimalisasi lahan pertanian desa untuk berbagai komoditas hortikultura bernilai ekonomis. Komitmen ini juga sejalan dengan harapan pemerintah desa agar sektor pertanian dapat terus menjadi salah satu penopang utama perekonomian warga Desa Kertahayu.
Dengan adanya program budi daya cabai rawit merah dan terong ungu ini, BUMDes Mekarahayu berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan ketahanan pangan di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Program semacam ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Ciamis dalam upaya bersama memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
(Pewarta.id/Red)










