Sabtu, 17 Oktober 2026
Ciamis

Siswa Katolik Jakarta Ikuti Kehidupan Santri dan Belajar Pencak Silat di Ciamis

siswa SMA Katolik Santo Yakobus Jakarta mengikuti program "live in" di Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Ciamis,

CIAMIS,PEWARTA.id- Dalam upaya menggali nilai kebinekaan dan toleransi, siswa SMA Katolik Santo Yakobus Jakarta mengikuti program “live in” di Pesantren Miftahul Ulum Bangunsirna, Ciamis, pada Selasa, (29/10/2024).

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lebih dalam kehidupan santri sekaligus menumbuhkan rasa persatuan di tengah keberagaman.

Para santri menyambut siswa Santo Yakobus dengan berbaris di gerbang pesantren, menciptakan suasana yang penuh persahabatan sejak langkah pertama mereka di pesantren.

Selama beberapa hari, para siswa hidup berdampingan dengan santri—mengikuti rutinitas harian, mulai dari kegiatan keagamaan, makan bersama, hingga aktivitas pembelajaran.

Salah satu momen yang paling meninggalkan kesan adalah ketika para siswa belajar pencak silat bersama santri.

Miftah Fauzi, pelatih pencak silat di pesantren tersebut, memperkenalkan mereka pada Pencak Silat Pagar Nusa, sebuah bela diri khas Nahdlatul Ulama (NU).

“Melalui Pagar Nusa, NU berperan aktif melestarikan warisan seni bela diri Wali Songo,” ungkap Miftah kepada para siswa yang menyimak dengan antusias.

Brigita Vadstena Ceva Larasati, salah satu siswa, mengungkapkan bahwa meskipun gerakan pencak silat ini menantang, latihan bersama para santri membuatnya merasa terinspirasi dan merasa erat dengan semangat kebersamaan yang hadir.

“Ini pengalaman yang luar biasa sulit tetapi menyenangkan, dan membuat kami lebih mengerti arti persahabatan,” ujar Brigita.

Ekskursi ini bukan hanya tentang kegiatan fisik, melainkan juga pengalaman emosional yang mendalam bagi para siswa dan santri, yang mengajarkan mereka arti penting dari toleransi dan persatuan dalam keberagaman.

Program ini menjadi bukti bahwa meskipun berbeda keyakinan, mereka bisa bersatu dalam kegiatan yang mendidik dan inspiratif, memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

Rizki

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Ekonomi

Ciamis Kembangkan Bawang Merah, Target Perluas Lahan hingga 50 Hektare

CIAMIS, pewarta.id – Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pengembangan komoditas pertanian terus dilakukan di berbagai daerah. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,…

DST · 3 minggu lalu
Ekonomi

1.278 KPM Desa Sumberjaya Cihaurbeuti Terima Bantuan Pangan, Warga Sebut Sangat Membantu Kebutuhan Keluarga

CIAMIS pewarta.id — Sebanyak 1.278 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, menerima bantuan pangan. Penyaluran bantuan tersebut…

DST · 3 minggu lalu
Ciamis

KAPOLRES CIAMIS DUKUNG KETAHANAN PANGAN, PANEN JAGUNG BERSAMA PETANI SARI MUKTI

CIAMIS,pewarta.id – Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan dengan menghadiri panen jagung Kwartal…

DST · 4 minggu lalu
pendidikan

PKKMB Universitas Galuh 2026: 1.772 Mahasiswa Baru Dibentuk Berkarakter, Berbudaya, dan Berdampak

CIAMIS, pewarta.id — Universitas Galuh (Unigal) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 pada 15–17 September 2026. Sebanyak…

DST · 16 Sep 2026
Ciamis

Puskesmas Kertahayu Gelar Pembinaan Kader Kesehatan di Enam Desa, Wujud Apresiasi atas Dedikasi Kader Posyandu

CIAMIS, Pewarta.id – Kamis (03/09/2026), UPTD Puskesmas Kertahayu menggelar kegiatan pembinaan kader kesehatan di enam desa wilayah kerjanya sebagai bentuk apresiasi dan…

Asep Restu · 3 Sep 2026
Memuat berita selanjutnya…