Petani Daun Pandan Pangandaran Berharap Harga Stabil di Tengah Tantangan Ramadan

Image of Img 20250313 wa0034

Pangandaran, Jawa Barat, pewarta.id – Di tengah terik matahari yang mulai menyinari kebun-kebun Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Yusup (38) memulai harinya sebagai petani pandan.

Dengan sabit di tangan dan keranjang di punggung, ia telah menjalani profesi ini selama lebih dari 20 tahun, dibantu oleh orang tuanya.

Setiap pagi, Yusup membeli daun pandan dari pemilik lahan sebelum mengolahnya. Ia berangkat ke kebun dan mengumpulkan daun pandan, lalu kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 WIB.

Sesampainya di rumah, ia membersihkan duri, memotong, dan mengeringkan daun pandan untuk dijual seminggu sekali. “Katanya daun pandan ini akan dikirim ke luar daerah untuk dijadikan bahan kerajinan,” ujar Yusup sambil membersihkan duri pada daun pandan, Kamis (13/03/2025).

Baca Juga :  BUPATI SERAHKAN SANTUNAN KEPADA KELUARGA PETUGAS DLHK

Namun, dengan hasil yang semakin menurun, Yusup hanya mampu menghasilkan sekitar 8 kilogram daun pandan per hari. Kondisi ini diperparah dengan penurunan harga daun pandan kering dari Rp 10.000 menjadi Rp 5.000 per kilogram.

“Dulu harga daun pandan kering bisa sampai Rp 10 ribu per kilogram. Sekarang turun jadi Rp 5 ribu,” keluh Yusup.

Penurunan harga ini menjadi pukulan berat bagi petani seperti Yusup, terutama di bulan Ramadan saat tenaga terkuras lebih banyak. Proses pengeringan daun pandan yang memakan waktu dan tenaga ekstra, mulai dari memanen, menjemur, hingga mengemasnya, semakin terasa berat.

Baca Juga :  Konsolidasi Partai NasDem Ciamis Gelar Buka Bersama dan Bagikan 1000 Paket Takjil

“Kalau puasa begini, badan lemas, tapi mau bagaimana lagi? Kami butuh penghasilan,” kata Yusup.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Yusup tetap bersyukur bisa bertani dan berharap harga pandan kembali stabil. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih kepada petani pandan, sehingga mereka dapat terus berkarya dan meningkatkan kesejahteraan.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *