CIAMIS, pewarta.id — Desa Jalatrang di Kecamatan Cidolog kini tengah bersiap menghadirkan pusat ekonomi baru bagi warganya. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) resmi dimulai dan diproyeksikan menjadi wadah peningkatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian dan perdagangan lokal. Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi, mengatakan pembangunan ini merupakan program nasional dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat melalui kode Agrinas.
Menurut Dadi Haryadi, pembangunan koperasi dilakukan oleh pihak ketiga (PHK 3) sesuai arahan pusat. Lokasi pembangunan saat ini masih dalam proses pemerataan lahan. Menariknya, biaya pemerataan tersebut didukung oleh seorang pengusaha lokal yang turut peduli terhadap kemajuan ekonomi desa.
“Alhamdulillah pembangunan ini dapat terlaksana, dan untuk perataan lahan dibantu pembiayaannya oleh salah seorang pengusaha Desa Jalatrang,” ujarnya.
Adapun lahan yang digunakan memiliki ukuran total 40 meter x 40 meter, sementara bangunan inti koperasi direncanakan seluas 30 x 20 meter. Desa berharap, melalui pembangunan yang terukur dan terencana, kehadiran koperasi mampu menjadi fasilitas ekonomi terpadu bagi masyarakat.
Dadi menjelaskan, koperasi tersebut akan menampung berbagai lini usaha. Di antaranya gerai klinik kesehatan, apotek, toko sembako, hingga gudang pergudangan yang akan menjadi pusat distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, koperasi juga dirancang untuk bekerja sama dengan MBG dan dapur pengolahan dalam penyediaan bahan baku. Hasil pertanian warga akan dibeli melalui koperasi dan didistribusikan kembali — baik kepada MBG maupun pasar masyarakat yang lebih luas.
“Yang kita lakukan adalah mengambil hasil tani masyarakat, kita beli, dan nanti koperasi menjualnya kembali ke MBG dan ke pasar-pasar lain,” jelasnya.
Model ekonomi ini tidak hanya melibatkan simpan pinjam seperti koperasi pada umumnya, tetapi juga menambah sektor perdagangan langsung sehingga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat desa. Ini juga menjadi strategi desa dalam menjadikan masyarakat lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada satu sektor.
“Harapan kami, dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih ini pendapatan keluarga meningkat, masyarakat desa sejahtera,” tutur Kepala Desa.
Sementara itu, progres pembangunan kini terus digenjot agar dapat selesai dalam waktu dekat. Target penyelesaian ditetapkan pada awal Januari, dan setiap proses pembangunan mendapat pengawasan ketat.
“Pihak ketiga yang membangun selalu diawasi oleh Babinsa dan juga dimonitoring oleh Babinmas Desa Jalatrang. Karena ini program nasional, kita bersama-sama memastikan proses pembangunan berjalan baik,” tambahnya.
Kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi simbol optimisme ekonomi di Desa Jalatrang. Pemerintah desa berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah, pihak ketiga, dan masyarakat, koperasi ini mampu menjawab tantangan ekonomi desa serta mengangkat kesejahteraan warga secara menyeluruh.











