Garut, pewarta.id – Upaya memperluas akses keuangan bagi petani kentang di Garut kini memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Garut menggulirkan strategi ekosistem pembiayaan terintegrasi yang tidak hanya membuka pintu modal, tetapi juga menghadirkan jaminan, perlindungan, dan kepastian pasar bagi pelaku agribisnis.
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Akses Keuangan untuk Komoditas Unggulan Kentang di Taman Teknologi Pertanian, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Rabu (5/8). Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, lembaga keuangan, koperasi, offtaker, kelompok tani, hingga perusahaan penjaminan dalam satu meja kolaborasi.
Dari Modal ke Pasar: Rantai Nilai Terintegrasi
FGD tidak sekadar membahas pembiayaan, tetapi juga memetakan kebutuhan petani mulai dari akses kredit, penjaminan risiko, hingga asuransi pertanian. Skema yang dirancang bertujuan menghubungkan seluruh pelaku dalam rantai nilai kentang agar usaha tani lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Putu Arya Wirasetyanta, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. “Petani harus memperoleh bukan hanya pembiayaan, tetapi juga perlindungan dan kepastian pasar. Ekosistem terintegrasi inilah yang akan memperkuat ketahanan pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujarnya.
Kentang Garut: Komoditas Strategis, Tantangan Nyata
Garut dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura nasional dengan kentang sebagai komoditas andalan. Namun, keterbatasan akses pembiayaan formal, berakhirnya Program UPLAND, serta belum optimalnya integrasi rantai pasok masih menjadi hambatan utama.
Rina dari Bagian Perekonomian Daerah menambahkan, “Kolaborasi ini membuka peluang besar. Dengan dukungan lembaga keuangan dan offtaker, kami optimistis nilai tambah kentang Garut akan meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat.”
Komitmen Jangka Panjang
Melalui TPAKD, OJK dan Pemkab Garut berkomitmen menyusun rekomendasi strategis yang mencakup identifikasi masalah, pemetaan kebutuhan pembiayaan, hingga rencana tindak lanjut dalam program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Targetnya jelas: memperkuat ekosistem agribisnis kentang, memperluas akses keuangan, dan menjadikan Garut sebagai pusat pertanian berdaya saing nasional.***











