DARI SIARAN TERESTERIAL KE DIGITAL, PRESENTASI PRSSNI JABAR DI DAX INDONESIA BUKA PELUANG BARU INDUSTRUSI ADVERTISING

Image of Img 20260508 wa0058

Jakarta, pewarta.id – Transformasi industri radio menuju ekosistem digital berbasis audience dan multiplatform mulai mendapat perhatian serius dari dunia advertising nasional. Hal itu terlihat saat PRSSNI Jawa Barat melakukan presentasi strategis di hadapan manajemen PT Data Art Experience (DAX Indonesia), perusahaan berbasis data driven marketing dan teknologi audience digital, Rabu (6/5/2026).

 

Dalam forum tersebut, PRSSNI Jawa Barat memaparkan perubahan besar industri radio yang kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai media siaran konvensional. Radio disebut telah berkembang menjadi ekosistem digital yang menggabungkan kekuatan siaran terestrial, streaming, visual radio, media sosial, hingga analytics audience secara terukur.

 

Transformasi tersebut dinilai menjadi jawaban atas perubahan perilaku masyarakat di era digital dan algoritma media sosial yang semakin kompetitif.

 

PRSSNI Jawa Barat menjelaskan, kekuatan radio saat ini bertumpu pada tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama, siaran terestrial yang tetap efektif menjangkau massa secara cepat di tingkat lokal. Kedua, platform digital seperti streaming dan visual radio yang memungkinkan interaksi pendengar berlangsung secara real-time. Ketiga, media sosial yang memperluas distribusi konten melalui short video, reels, live interaction, hingga viral conversation.

 

Model integrasi tersebut dinilai mampu memperkuat posisi radio sebagai media yang tidak hanya didengar, tetapi juga dapat ditonton dan berinteraksi langsung dengan audience lintas platform.

Baca Juga :  Dunia Radio Berduka, Munawir Rifadhi Meninggal Dunia di Usia Senja

 

Presentasi PRSSNI Jawa Barat mendapat respons positif dari jajaran DAX Indonesia. Managing Director PT Data Art Experience, Diena Prastiwi, mengaku optimistis terhadap masa depan radio setelah melihat transformasi yang kini dilakukan industri radio di Indonesia.

 

“Saya adalah bagian dari generasi yang besar bersama radio. Radio itu media yang menemani saya sejak remaja sampai sekarang. Memang kalau melihat tren, radio hari ini tidak seperti yang saya alami dulu. Tapi setelah berdiskusi dengan teman-teman PRSSNI Jawa Barat, saya melihat ada fondasi besar untuk membangun kembali radio menjadi lebih kuat lagi,” ujar Diena.

 

Menurutnya, transformasi radio saat ini sangat relevan dengan kebutuhan industri advertising modern yang membutuhkan audience engagement lebih luas dan terukur.

 

“Yang saya diskusikan dengan PRSSNI hari ini adalah sesuatu yang dibutuhkan industri advertising saat ini. Radio sekarang sudah berevolusi. Tidak hanya bisa didengar, tapi juga bisa dilihat, ditonton, dan dinikmati dalam berbagai platform. Itu membuat kami di dunia advertising merasa sangat terbantu untuk menjangkau target audience yang lebih luas,” katanya.

 

Diena menilai selama ini radio kerap dipersepsikan sebagai media lama yang mulai kehilangan relevansi. Namun perkembangan digital justru membuka optimisme baru bagi dunia pemasaran nasional.

 

“Radio itu tidak hilang. Saya yakin radio tidak hilang, tapi berevolusi dan bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih besar lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Ciamis Gelar Apel Operasi Ketupat 2026, 338 Personel Siap Amankan Arus Mudik

 

Ia juga menyoroti kekuatan emosional radio yang hingga kini masih bertahan, termasuk di kalangan generasi muda.

 

Diena mengaku sempat menemukan fenomena unik saat bertemu sejumlah anak muda di Yogyakarta yang mendengarkan rekaman siaran radio melalui platform streaming musik digital.

 

“Mereka streaming Spotify, tapi yang didengarkan ternyata rekaman radio. Artinya koneksi emosional dengan radio itu masih ada. Saya kemudian berpikir, kalau rekaman saja masih dicari, bagaimana kalau itu live? Nah, hari ini saya merasa jawabannya mulai terlihat lewat transformasi radio yang dipaparkan PRSSNI Jabar,” ungkapnya.

 

Sementara itu, PRSSNI Jawa Barat saat ini terus mendorong percepatan digitalisasi radio melalui penguatan streaming, visual radio, media sosial, hingga pengembangan dashboard analytics audience.

 

Langkah tersebut dinilai penting agar radio tetap relevan di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi media masyarakat yang terus berkembang.

 

Diena pun meyakini radio masih memiliki peluang besar menjadi mitra strategis dunia usaha dan industri pemasaran nasional, selama mampu konsisten mengikuti perkembangan teknologi digital.

 

“Kalau perubahan ini dilakukan secara konsisten, bukan hanya di Jawa Barat tapi nasional, saya yakin banyak industri marketing akan kembali melihat radio sebagai potensi besar seperti dulu,” pungkasnya.***

 

 

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *