BANJAR, Pewarta.id — Warga Lingkungan Jadimulya, RT 02 RW 05, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria paruh baya di dalam kediamannya pada Sabtu (03/05/2025). Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dan diduga telah meninggal beberapa hari sebelum akhirnya diketahui warga sekitar.
Korban diidentifikasi sebagai Indra, pria berusia sekitar 50 tahun yang diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Keluarganya disebut berdomisili di luar daerah, tepatnya di Garut, dan korban juga diketahui belum menikah.
Pertama Kali Diketahui Warga Sekitar Pukul 16.30 WIB
Salah seorang saksi mata, Ujang, menceritakan bahwa penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga terhadap kondisi rumah korban yang tampak tidak seperti biasanya. Pintu rumah tertutup rapat dan tidak ada tanda-tanda aktivitas dari dalam.
“Ditemukan sekitar setengah lima sore, sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar Ujang saat ditemui di lokasi kejadian.
Warga yang merasa curiga kemudian mendekati rumah dan akhirnya menemukan korban dalam kondisi telah meninggal dunia. Mengingat kondisi jasad yang sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Polisi Terima Laporan dan Langsung Turun ke Lokasi
Kapolsek Pataruman, AKP Hadi, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan dari warga diterima pihak kepolisian pada sore hari, tidak lama setelah korban pertama kali ditemukan.
“Awalnya kami menerima informasi dari warga sekitar, sekitar jam lima lebih, bahwa ada seseorang yang meninggal dunia di dalam rumah di wilayah Jadimulya,” jelasnya.
Setelah menerima laporan tersebut, petugas dari Polsek Pataruman bersama tim Inafis Polres Banjar langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Di sana, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses identifikasi awal terhadap jenazah korban.
“Selanjutnya jenazah kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah AKP Hadi.
Diduga Meninggal Beberapa Hari Sebelum Ditemukan
Berdasarkan kondisi jenazah yang ditemukan, pihak kepolisian memperkirakan korban sudah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya diketahui warga. Kondisi jasad yang mulai membusuk menjadi salah satu indikasi bahwa kematian terjadi jauh sebelum penemuan berlangsung.
“Kalau melihat kondisi, sudah beberapa hari. Namun untuk memastikan penyebab kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap AKP Hadi.
Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa korban diketahui memiliki riwayat sakit, meski belum dapat dipastikan apakah hal tersebut menjadi penyebab utama kematiannya. Pemeriksaan medis lebih lanjut di rumah sakit diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban.
Tinggal Sendiri, Keluarga di Garut
Fakta bahwa korban tinggal seorang diri menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan penemuan. Tanpa anggota keluarga yang tinggal bersama, tidak ada yang mengetahui kondisi korban dalam beberapa hari terakhir. Keluarga korban yang berada di Garut pun baru mengetahui kejadian ini setelah pihak kepolisian dan warga menemukan jenazah.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian dan kepedulian antarwarga, khususnya terhadap tetangga yang diketahui tinggal seorang diri atau tidak memiliki keluarga di sekitar tempat tinggalnya.
Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Proses identifikasi dan pemeriksaan medis terhadap jenazah korban masih terus berjalan guna memastikan penyebab pasti kematian Indra.











