Bedah Riset 5+1, KPID Jabar Gandeng STIKOM Bandung Kupas Masa Depan Penyiaran di Tangan Gen Z

Image of Img 20260810 wa0090

BANDUNG, pewarta.id – Apakah televisi dan radio masih relevan bagi Gen Z yang hidup di era TikTok dan Instagram? Pertanyaan itu yang coba dijawab dalam Kuliah Umum β€˜5+1 Broadcasting Perspective Digital Era’ kolaborasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dengan STIKOM Bandung, Senin (10/8/2026) di Bandung Creative Hub, Jl. Laswi No.7.

 

Kegiatan yang diikuti 100 mahasiswa semester 6 ini merupakan implementasi mata kuliah praktik penyiaran sekaligus tindak lanjut implementation agreement antara kedua lembaga.

 

Ketua Pelaksana M. Rizki Alfiansyah mengatakan, mahasiswa tingkat akhir harus dibekali literasi kritis dan proyeksi karier. “Kita dorong supaya lebih pandai mengelola berita dan melihat peluang prospek kerja di tengah gempuran medsos,” katanya.

 

Kuliah umum ini tidak sekadar ceramah. KPID Jabar secara terbuka membedah riset terbarunya tentang pola konsumsi media Gen Z.

Baca Juga :  Jelang HUT ke-80 RI, Anggota Paskibraka Ciamis Jalani Latihan Secara Intensif

 

Ketua KPID Jabar, Dr. Adiyana Slamet, S.IP., M.Si menjelaskan, riset tersebut menggunakan kerangka 5+1. Lima dimensi Pancagatra Ketahanan Nasional: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Pertahanan Keamanan (Hankam), ditambah 1 dimensi Psikologi.

 

“Plus satu psikologi ini penting untuk melihat bagaimana frekuensi menonton dan mendengarkan memengaruhi kondisi mental dan perilaku audiens muda,” jelas Adiyana.

 

Menurutnya, kolaborasi ini adalah ikhtiar strategis untuk memetakan pengaruh media konvensional secara berbasis data, agar ekosistem penyiaran tetap sehat dan berdaya saing.

 

Regulator, Kampus, Industri Bertemu

 

Wakil Ketua 1 STIKOM Bandung, Muhammad Farid, S.Sos., M.I.Kom, menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) yang di STIKOM lebih banyak praktik. Ini menjadi momentum langka yang mempertemukan regulator, pelaku industri penyiaran, akademisi, dan mahasiswa dalam satu forum.

Baca Juga :  Hari Ketiga Pasangan Ade Sugianto dan Iip Miftahul Paoz mendaftarkan Diri Ke KPU Kabupaten Tasikmalaya

 

Senada, Ketua STIKOM Bandung, Dr. Deddy Djamaluddin, M.S., mengingatkan mahasiswa soal jebakan algoritma dan AI.

 

“Di era konvergensi ini, algoritma adalah nilai kapitalis yang mengarahkan kita. Identitas kita jadi blur, tidak jelas. Bahkan AI kini sudah menjadi komunikator yang memprovokasi kita tanpa sadar. Kalau tidak kritis, kita akan digiring terus,” tegasnya.

 

Ia pun mengapresiasi riset KPID Jabar yang mengkaitkan praktik media dengan penetrasi nilai-nilai Pancasila, yang dinilainya sangat relevan untuk pengembangan riset di dunia pendidikan.[gpwk].

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *