Dialog Perunggasan Nasional 2026: Konsolidasi Peternak Rakyat Digelar di Ciamis, Wamentan Sudaryono Tegaskan Sektor Pangan Strategis

Image of 20260428 102351

Ciamis, pewarta.id – Kabupaten Ciamis menjadi tuan rumah Dialog Perunggasan Nasional dan Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026, sebuah agenda penting yang mempertemukan pemerintah, organisasi peternak, dan pelaku usaha unggas dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, didampingi oleh Heri Darmawan, anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), serta Singgih Januratmoko, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar).

 

Kehadiran tokoh-tokoh sentral perunggasan ini menegaskan pentingnya konsolidasi peternak rakyat dalam menghadapi tantangan industri unggas nasional. Ribuan peternak menggantungkan hidup dari usaha ayam pedaging maupun ayam petelur, sehingga keberlangsungan sektor ini menjadi penopang utama ekonomi rakyat.

 

Wamentan: Nilai Tukar Petani Tertinggi Sepanjang Sejarah

 

Dalam sambutannya, Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP), termasuk peternak unggas, saat ini berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan bagi jutaan peternak di Indonesia.

 

“Apakah kita puas dengan peningkatan itu? Tentu saja belum. Kita ingin terus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak, karena mereka bekerja tanpa gaji bulanan, tanpa jaminan tetap, namun dari hasil kerja kerasnya mampu menghidupi keluarga,” ujar Sudaryono.

Baca Juga :  3.554 PPPK Paruh Waktu Resmi Terima SK, Bupati Minta Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

 

Ia menekankan bahwa sektor pangan adalah strategis dan vital, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pangan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan konsumsi rakyat, tetapi juga menyangkut keberlangsungan jutaan tenaga kerja di sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hortikultura, hingga peternakan.

 

Ciamis sebagai Sentra Peternakan Ayam Priangan Timur

 

Sudaryono menyoroti potensi besar Kabupaten Ciamis sebagai sentra peternakan ayam di Priangan Timur. Selain populasi ayam pedaging dan ayam ras yang terus berkembang, daerah ini juga memiliki lima SMK Peternakan yang alumninya bahkan sudah ditawari kontrak kerja sebelum lulus.

 

“Ini bukti bahwa ilmu peternakan diakui industri, sekaligus menunjukkan bahwa sektor ini mampu menyediakan lapangan kerja yang luas,” jelasnya.

 

Selain itu, Ciamis juga mulai mengembangkan pertanian organik dengan luas sekitar 70 hektare. Meski dianggap niche market, produktivitasnya tetap tinggi dan menjadi peluang pasar baru.

 

Emerging Market MBG dan Stabilitas Harga

Wamentan menegaskan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai emerging market yang menyerap hasil produksi peternak dan petani. Program ini tidak hanya meningkatkan konsumsi protein masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas harga ayam dan telur.

 

Baca Juga :  Bupati Herdiat Ajak Petani Ciamis Tinggalkan Pupuk Kimia: Saatnya Kembali ke Alam untuk Pertanian Berkelanjutan

“Harga tidak boleh terlalu tinggi dan tidak boleh terlalu rendah. Harus berada di kisaran yang wajar, sehingga peternak tetap sejahtera dan masyarakat tetap terjangkau,” tegasnya.

 

Sudaryono menambahkan, MBG telah menggerakkan ekonomi desa karena produk lokal terserap pasar, sehingga tidak ada lagi hasil tani yang terbuang.

 

Dari kalangan peternak muda, Anggun Pasini, S.Pt., CEO Naratas Farm Ciamis, menyampaikan optimismenya terhadap acara ini.

 

“Ini awal yang baik karena antusiasme peserta luar biasa. Kehadiran Wamentan memberi semangat baru bagi peternak untuk terus berkarya. Harapannya, peternak rakyat bisa lebih sejahtera dan mampu mensuplai kebutuhan unggas hingga ke luar Priangan Timur,” ujarnya.

 

Anggun menambahkan bahwa populasi unggas di Ciamis terus berkembang, termasuk ayam petelur dan pedaging, sehingga daerah ini berpotensi menjadi pemasok unggas nasional.

 

Dialog Perunggasan Nasional 2026 di Ciamis menjadi momentum penting bagi konsolidasi peternak rakyat. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan peternak, sementara daerah seperti Ciamis menunjukkan potensi besar sebagai pusat produksi unggas. Dengan dukungan program MBG dan pengembangan pertanian organik, sektor pangan Indonesia diharapkan semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing global.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *