Galuh Ethnic Carnival 2026 Meriahkan Hari Jadi Ciamis ke-384, Wujud Semangat Guyub Ngawangun Galuh

Image of Galuh ethnic carnival (4)

CIAMIS, pewarta.id – Ribuan masyarakat memadati ruas jalan di pusat Kota Ciamis untuk menyaksikan kemeriahan Galuh Ethnic Carnival (GEC) 2026, Kamis (11/6/2026). Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.

Mengusung tema #GuyubNgawangunGaluh, karnaval budaya tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional unggulan dari Kabupaten Ciamis dan sejumlah daerah tetangga. Helaran budaya dimulai dari Kantor Disbudpora Ciamis dan berakhir di Pendopo Bupati Ciamis dengan menampilkan berbagai atraksi seni yang memukau masyarakat.

Sejumlah kesenian yang tampil dalam Galuh Ethnic Carnival 2026 di antaranya Bebegig Sukamantri, Buta Kararas Panjalu, Wayang Landung Panjalu, Barongan Purwadadi, Jurig Sarengseng Kota Banjar, Wayang Landung Sangkala, Raja Bele Citeureup, Munding Ki Bowang Kawali, Mabokuy Rajadesa, serta penampilan spesial dari Tari Kreasi Angklung Kabupaten Kuningan dan Mengmleng Winduraja. Selain itu, kemeriahan acara juga didukung oleh penampilan Gema Galuh Marching Band dan berbagai komunitas seni budaya lainnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Namun demikian, antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pemerintah daerah.

β€œBaru saja kita melaksanakan upacara memperingati Hari Jadi Ciamis ke-384. Saat ini pelaksanaannya memang sederhana, tetapi Alhamdulillah antusias masyarakat sangat luar biasa. Mereka merasa memiliki bahwa Ciamis ini milik kita semua, milik seluruh masyarakat,” ujar Herdiat.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kecintaan dan rasa memiliki terhadap daerahnya. Hal tersebut menjadi modal penting dalam pembangunan Kabupaten Ciamis ke depan.

Baca Juga :  Kinerja Bawaslu Ciamis Jadi Sorotan. Usai Viralnya Dugaan Money Politik Caleg RA

β€œIni menjadi kebahagiaan tersendiri di usia Ciamis yang ke-384. Walaupun dilaksanakan secara sederhana, yang terpenting masyarakat merasa puas dan memiliki Kabupaten Ciamis,” katanya.

Image of Galuh ethnic carnival (3)Image of Galuh ethnic carnival 2026 (1) Image of Galuh ethnic carnival 2026 (3) Image of Galuh ethnic carnival 2026 (2)

Terkait tema Guyub Ngawangun Galuh, Herdiat menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

β€œKalau mau membangun daerah tidak bisa sendiri. Sehebat apa pun bupatinya, tanpa kolaborasi dan kebersamaan dengan para stakeholder serta masyarakat, tidak akan berarti apa-apa. Guyub itu artinya bersama-sama membangun Ciamis. Insyaallah kalau dilakukan bersama, Ciamis akan semakin baik, semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya.

Herdiat juga mengapresiasi partisipasi berbagai kelompok seni yang ikut memeriahkan Galuh Ethnic Carnival tahun ini. Menurutnya, terdapat 10 kelompok kesenian yang tampil dalam karnaval budaya tersebut, terdiri dari delapan kelompok seni asal Kabupaten Ciamis dan dua kelompok seni dari daerah lain.

β€œAda delapan kesenian dari Ciamis dan dua dari kabupaten/kota lain, yakni dari Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan. Terima kasih kepada seluruh pihak, terutama kabupaten dan kota tetangga yang telah berpartisipasi memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Ciamis,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang peserta helaran budaya dari Kecamatan Panjalu, Sutan Ahmad, mengatakan keikutsertaan kelompok Buta Kararas dalam Galuh Ethnic Carnival merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Tatar Galuh.

Menurutnya, kesenian Buta Kararas tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan moral yang sarat makna. Dalam atraksinya, terdapat simbolisasi upaya membersihkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia serta mengajak masyarakat untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial.

Baca Juga :  Harkitnas 2026 di Kodim 0612/Tasikmalaya: Perkuat Nasionalisme, Literasi Digital, dan Kedaulatan Bangsa

β€œNanti dalam atraksinya ada pesan yang menggambarkan bagaimana manusia harus membersihkan sifat-sifat buruk dalam dirinya dan menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat,” kata Sutan Ahmad.

Ia menjelaskan, Buta Kararas merupakan kesenian helaran yang berkembang di wilayah Panjalu dan terinspirasi dari berbagai cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat setempat. Cerita-cerita tersebut kemudian dikreasikan menjadi sebuah pertunjukan seni yang menarik sekaligus mengandung nilai edukatif.

β€œMungkin awalnya terinspirasi dari cerita-cerita yang berkembang di daerah Panjalu, kemudian dikreasikan menjadi kesenian helaran yang ditampilkan untuk menghibur masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kehidupan,” ujarnya.

Sutan berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis ini dapat menjadi dorongan untuk semakin memajukan seni dan budaya lokal yang lahir dari kreativitas masyarakat daerah.

β€œHarapan saya pribadi tentunya Ciamis semakin maju dan semakin memperhatikan serta memajukan seni budaya yang ada di daerah, karena itu merupakan hasil kreativitas masyarakat Ciamis sendiri yang harus terus dilestarikan,” katanya.

Galuh Ethnic Carnival sendiri menjadi salah satu agenda budaya unggulan Kabupaten Ciamis yang bertujuan melestarikan seni tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tatar Galuh kepada masyarakat luas. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya daerah serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan semangat Guyub Ngawangun Galuh, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap momentum ini dapat semakin mempererat kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan Ciamis yang maju, mandiri, dan sejahtera.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *