Dispusip Ciamis Cetak Agen Literasi Digital Lewat Bimtek Literasi Informasi

Dispusip Ciamis Cetak Agen Literasi Digital Lewat Bimtek Literasi Informasi. (Foto: Ist)
Dispusip Ciamis Cetak Agen Literasi Digital Lewat Bimtek Literasi Informasi. (Foto: Ist)

Ciamis, Pewarta.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Keperpustakaan di Aula Dispusip Ciamis, Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencetak agen-agen literasi digital yang adaptif di tengah arus informasi yang makin deras.

Sebanyak 50 peserta mengikuti bimtek ini, terdiri dari guru, pustakawan, hingga penggiat literasi dari berbagai komunitas literasi yang tersebar di Kabupaten Ciamis.

Selama satu hari penuh, peserta dibekali keterampilan mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif—terutama dalam ekosistem digital.

“Kemampuan literasi informasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Guru dan pustakawan punya peran strategis mentransformasi ruang belajar menjadi pusat informasi aktif dan dinamis,” ujar Kepala Dispusip Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, ST., MT.

Baca Juga :  Deretan Prestasi Ciamis di Hari Jadi ke-383: Dari WTP Hingga Adipura Kencana

Okta menegaskan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap konsep literasi informasi, khususnya di era digital.

Peserta diharapkan mampu mengintegrasikan keterampilan tersebut ke dalam layanan perpustakaan, pembelajaran di kelas, maupun gerakan literasi berbasis komunitas.

“Saya berharap para peserta bisa jadi agen literasi di lingkungannya masing-masing. Ilmu yang didapat jangan berhenti di ruangan ini, tapi ditularkan demi kemajuan literasi Tatar Galuh Ciamis,” tambahnya.

Bimtek ini juga menjadi langkah strategis Pemkab Ciamis dalam menyiapkan SDM yang melek informasi, kritis, dan bijak dalam mengakses berbagai sumber informasi, seperti jurnal daring, database, hingga platform digital lainnya.

Baca Juga :  BNNK Ciamis Tangani 41 Klien Narkoba Sepanjang 2025, Rehabilitasi Jadi Prioritas

Transformasi Perpustakaan jadi Pusat Pengetahuan

Okta menyampaikan bahwa perpustakaan hari ini tidak lagi sebatas tempat menyimpan buku, melainkan menjadi pusat transformasi pengetahuan yang menuntut pengelola dan pemanfaatnya untuk terus beradaptasi.

“Dibutuhkan SDM yang mampu menyajikan layanan informasi yang efektif dan efisien bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan keterampilan praktis seperti menyaring informasi, mengidentifikasi sumber kredibel, dan menyebarkan informasi secara etis, peserta diharapkan mampu memperkuat diseminasi informasi yang konstruktif.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari peserta yang menilai pelatihan ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjawab tantangan literasi abad 21.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *