CIAMIS, PEWARTA.ID – Reva Wilona (10), siswi kelas V SD Negeri 5 Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, dipastikan berangkat ke Singapura untuk mengikuti program JSSL Singapore Professional Academy. Kegiatan pembinaan sepak bola usia dini tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 6 April 2026.
Orang tua Reva, Somantri, mengonfirmasi kabar tersebut pada Rabu (01/04/2026). Menurutnya, Reva berhasil terpilih setelah menjalani pembinaan intensif di bawah naungan Akademi Persib.
Perjalanan Menuju Akademi Bergengsi di Asia
Pencapaian Reva bukan didapatkan secara instan. Kabar mengenai keberangkatannya ke Negeri Singa tersebut disampaikan langsung oleh sang ayah, Somantri, pada Rabu (01/04/2026). Dengan nada penuh haru dan bangga, Somantri mengonfirmasi bahwa putrinya telah melalui berbagai tahapan seleksi dan pembinaan yang ketat sebelum akhirnya dinyatakan layak mencicipi atmosfer kompetisi di level Asia.
“Sebagai orang tua, tentu perasaan saya campur aduk antara bangga, haru, dan tidak menyangka. Reva memang memiliki kecintaan yang besar terhadap sepak bola sejak dini. Berkat ketekunannya, ia berhasil lolos untuk mengikuti program pembinaan internasional di Singapura,” ungkap Somantri saat ditemui awak media.
Kesempatan emas ini terbuka lebar bagi Reva melalui jalur pembinaan formal di Akademi Persib. Di bawah naungan salah satu klub terbesar di Indonesia tersebut, bakat Reva diasah secara profesional. Melalui program pemantauan bakat (scouting) yang dilakukan oleh tim pelatih di akademi, performa apik Reva berhasil menarik perhatian hingga akhirnya ia terpilih untuk memperkuat tim yang akan diberangkatkan ke JSSL Singapore.
Mengenal JSSL Singapore: Kawah Candradimuka Talenta Muda
JSSL Singapore Professional Academy sendiri bukanlah ajang sembarangan. Di kalangan pemerhati sepak bola usia dini di Asia, JSSL dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan dan kompetisi paling prestisius. Setiap tahunnya, ribuan peserta dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia Tenggara hingga Eropa, turut berpartisipasi dalam ajang ini.
Keikutsertaan Reva dalam program ini bukan sekadar untuk bertanding, melainkan untuk mendapatkan pengalaman berharga dalam hal teknik sepak bola modern, kedisiplinan tingkat tinggi, serta penguatan mental di lapangan hijau. Mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi berasal dari latar belakang akademi kelas dunia, ajang ini diharapkan mampu membentuk karakter Reva sebagai calon pesepak bola profesional di masa depan.
Bagi talenta semuda Reva, merasakan atmosfer lapangan di Singapura dengan standar internasional adalah lompatan besar dalam karier olahraganya. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sistem pembinaan sepak bola wanita di Indonesia, khususnya melalui jalur akademi klub, mulai menunjukkan hasil yang nyata.
Dukungan Penuh dari Lingkungan Terdekat
Keberhasilan Reva tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besarnya saja. Seluruh warga Desa Kertahayu, khususnya warga di Kecamatan Pamarican, turut memberikan doa dan dukungan moral. Prestasi ini dianggap sebagai oase di tengah dahaga prestasi olahraga dari wilayah pelosok. Reva dianggap sebagai ikon baru yang membuktikan bahwa asal-usul seseorang dari desa tidak menghalangi langkah untuk terbang tinggi ke luar negeri.
Pihak sekolah, SD Negeri 5 Kertahayu, juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kepala sekolah dan dewan guru berkomitmen untuk memberikan dispensasi dan dukungan penuh agar Reva bisa fokus mengikuti kegiatan tersebut tanpa mengabaikan tanggung jawab akademisnya.
“Kami sangat mendukung penuh keberangkatan ananda Reva. Kami bangga memiliki siswi yang prestasinya melampaui batas wilayah kabupaten, bahkan negara. Harapan kami, pengalaman ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di Ciamis bahwa prestasi bisa diraih di bidang apa pun, baik itu akademik maupun olahraga (nonakademik), asalkan ada kemauan dan kerja keras,” ujar salah satu perwakilan sekolah.
Menatap Masa Depan Sepak Bola Wanita
Melangkah dari sebuah dusun kecil di Kabupaten Ciamis menuju panggung megah di Singapura adalah sebuah narasi perjuangan yang inspiratif. Reva Wilona kini memikul harapan banyak orang. Langkah kecilnya di lapangan hijau JSSL Singapore nanti diharapkan menjadi pembuka jalan bagi karier yang lebih besar, mungkin saja suatu saat nanti ia akan mengenakan jersei Tim Nasional Indonesia (Garuda Pertiwi).
Dukungan kolektif dari keluarga, sekolah, pemerintah daerah, hingga klub seperti Akademi Persib merupakan kunci utama dalam menjaga keberlanjutan talenta seperti Reva. Publik Kabupaten Ciamis kini menantikan kepulangan Reva dengan segudang pengalaman baru yang akan ia bawa pulang sebagai oleh-oleh bagi kemajuan olahraga di Tatar Galuh.
Dengan kedisiplinan yang terus terjaga dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Reva Wilona bukan hanya sekadar mengikuti turnamen, ia sedang merajut mimpi besar Indonesia untuk memiliki generasi emas di dunia sepak bola. Selamat berjuang, Reva! Doa masyarakat Ciamis menyertaimu di Singapura.











