Usia 10 Tahun, Reva Wilona Cetak Sejarah Manis di Singapura Bersama Akademi Persib Putri

Image of Usia 10 tahun, reva wilona cetak sejarah manis di singapura bersama akademi persib putri
Reva Wilona (10), siswi kelas IV SDN 5 Kertahayu, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, bersama tim Akademi Persib Putri U-12 usai meraih gelar Juara 1 Piala Silver pada ajang JSSL Singapore Professional Academy 7s di Singapura, Minggu (05/04/2026).

CIAMIS, pewarta.id — Sebuah pencapaian luar biasa datang dari seorang bocah perempuan berusia 10 tahun asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Reva Wilona, siswi kelas IV SD Negeri 5 Kertahayu, berhasil menorehkan namanya dalam lembaran sejarah sepak bola putri usia dini dengan menjadi bagian dari tim Akademi Persib Putri U-12 yang keluar sebagai Juara 1 Piala Silver dalam turnamen internasional JSSL Singapore Professional Academy 7s di Singapura.

Gadis kecil yang tinggal di Dusun Cisaar, RT 02/RW 01, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican ini tampil memukau bersama rekan-rekannya di skuad muda “Maung Bandung”. Di partai puncak yang berlangsung penuh ketegangan, Akademi Persib Putri U-12 tampil tanpa ampun dan berhasil mengandaskan perlawanan tim tuan rumah, Lion City Sailors Blue, dengan kemenangan bersih dua gol tanpa balas.

Bukti Nyata Pembinaan Usia Dini yang Matang

Kemenangan telak 2-0 atas Lion City Sailors Blue bukan sekadar hasil pertandingan biasa. Ini adalah cerminan nyata dari kualitas sistem pembinaan usia dini yang selama ini dijalankan oleh Akademi Persib Putri. Para pemain muda yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar ini mampu tampil dengan disiplin taktis dan mental juara yang jauh melampaui usia mereka.

Reva Wilona menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian dalam skuad tersebut. Kepercayaan yang diberikan oleh tim pelatih kepadanya terbukti tidak sia-sia. Bersama rekan-rekan setimnya, ia turut berkontribusi mengantarkan Akademi Persib Putri meraih hasil terbaik di panggung internasional — sebuah debut yang tak akan mudah terlupakan sepanjang perjalanan kariernya kelak.

Baca Juga :  Diskominfo Kabupaten Ciamis Gencar Sosialisasikan Penggunaan Call Center 112

Haru dan Bangga dari Kampung Halaman

Berita kemenangan itu tentu saja disambut dengan luapan kebanggaan yang tak terbendung oleh keluarga Reva di Ciamis. Sang ayah, Somantri, mengaku terharu luar biasa menyaksikan putri bungsunya berdiri di podium juara internasional di usia yang begitu muda.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas raihan juara yang diperoleh Akademi Persib. Putri saya, Reva, ikut menjadi bagian dalam tim tersebut,” ujar Somantri kepada awak media, Minggu (05/04/2026).

Bagi Somantri, pencapaian Reva bukan hanya kebanggaan keluarga semata, melainkan juga kebanggaan seluruh warga Desa Kertahayu dan masyarakat Tatar Galuh pada umumnya. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran manajemen serta tim pelatih Akademi Persib Putri yang telah memberikan kesempatan emas kepada putrinya untuk berlaga di level internasional sejak usia dini.

Tak hanya kepada pihak akademi, Somantri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan moral, mulai dari warga Desa Kertahayu, lingkungan SD Negeri 5 Kertahayu, rekan-rekan media, hingga seluruh masyarakat Ciamis yang terus mengikuti perjalanan Reva.

Baca Juga :  Bupati Ciamis. Pentingnya Bijak dalam Melaksanakan Kurikulum Merdeka

“Terima kasih kepada tim pelatih, manajemen, warga Ciamis, khususnya Desa Kertahayu, rekan-rekan media, serta semua pihak yang terus memberikan doa dan dukungan. Berkat doa dan dukungan semuanya, anak saya bersama tim hari ini bisa menjadi juara,” pungkasnya dengan suara bergetar haru.

Inspirasi dari Dusun Cisaar untuk Indonesia

Perjalanan Reva Wilona dari Dusun Cisaar menuju lapangan hijau di Singapura adalah kisah yang layak untuk dikenang dan diteladani. Di usia yang belum genap satu dekade, ia telah membuktikan bahwa bakat dan kerja keras tidak mengenal batas wilayah maupun keterbatasan latar belakang.

Prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para atlet muda lainnya di Kabupaten Ciamis, untuk berani bermimpi besar dan tidak berhenti berlatih. Bukan hanya untuk bersaing di tingkat lokal atau regional, tetapi juga untuk mengangkat nama Indonesia di pentas internasional.

Reva Wilona telah memulai langkahnya. Kini giliran generasi muda Ciamis lainnya untuk ikut menuliskan cerita kebanggaan serupa. (*)

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *