Minggu, 18 Oktober 2026
Ciamis

Regenerasi Petani di Ciamis: Tantangan dan Harapan Masa Depan Pertanian Berkelanjutan

Transformasi petani milenial Ciamis
Transformasi petani milenial Ciamis

CIAMIS,PEWARTA.id– Transformasi petani milenial Ciamis menjadi tantangan besar di sektor pertanian , termasuk di Nasional, isu itu menjadi santer diperbincangkan.

Dalam upaya menjawab tantangan ini, Pj Bupati Ciamis Budi Waluya secara resmi membuka kegiatan Seminar Nasional & Training Advokasi dan Jurnalistik Wilayah II (TRAVOWIL), Senin (20/01/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Galuh ini mengangkat tema menarik: “Strengthening the Role of Agricultural Youth for a Sustainable Future” (Memperkuat Peran Pemuda Pertanian untuk Masa Depan yang Berkelanjutan).

Tantangan Transformasi Petani Milenial Ciamis

Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya saat membahas transformasi petani milenial Ciamis
Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya saat membahas transformasi petani milenial Ciamis

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pemuda berusia 16-30 tahun yang bekerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan signifikan setiap tahunnya. Kabupaten Ciamis, yang dikenal sebagai wilayah agraris, tidak luput dari fenomena ini.

“Regenerasi petani menjadi tantangan besar bagi kita semua. Pemuda sebagai generasi penerus harus lebih aktif dan terlibat dalam sektor ini untuk menciptakan masa depan pertanian yang lebih baik,” tegas Pj Bupati Budi Waluya dalam sambutannya.

Masalah ini turut diperparah oleh fenomena penuaan petani. Data Sensus Pertanian 2023 menunjukkan bahwa mayoritas petani di Indonesia berusia di atas 50 tahun, sedangkan jumlah petani milenial semakin berkurang

Langkah Inovatif Ciamis: Mengatasi Krisis Transformasi Petani Milenial

Sebagai solusi, Kabupaten Ciamis telah melakukan berbagai langkah inovatif, salah satunya melalui pengenalan kegiatan bertani kepada anak-anak sejak dini, seperti yang dilakukan di Kecamatan Rancah.

Program ini bertujuan menanamkan minat generasi muda pada sektor pertanian.

Budi Waluya juga memaparkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkenalkan teknologi modern kepada petani muda agar lebih kompetitif di pasar global.

“Kita semua harus mendukung pemuda untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menerapkan teknologi serta metode pertanian yang efisien,” ujar Budi.

Paguyuban Petani Milenial: Wadah untuk Transformasi Petani Milenial Ciamis

Sebagai bentuk konkret pemberdayaan pemuda, Paguyuban Petani Milenial Ciamis telah dibentuk. Wadah ini memungkinkan petani muda dari berbagai sektor, seperti hortikultura, perkebunan, dan peternakan, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Dengan adanya jejaring ini, akses informasi terkait teknologi dan peluang pasar global menjadi lebih mudah.

Selain itu, kolaborasi antarpetani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian lokal.

Harapan dan Dukungan Pemuda Untuk Transformasi Petani Milenial Ciamis

Pj Bupati Budi Waluya mengajak para peserta seminar untuk aktif menjawab tantangan regenerasi.

“Mari kita bersama-sama menjawab tantangan di sektor pertanian dengan melibatkan lebih banyak petani muda dan memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

Seminar ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pemuda untuk berperan lebih besar dalam pembangunan pertanian.

Isu Global: Penurunan Minat Generasi Muda pada Pertanian

Fenomena serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurut Agus Yuniawan Isyanto, Wakil Rektor I Universitas Galuh, isu regenerasi petani menjadi tantangan global.

Negara-negara maju di Eropa, Asia, dan Amerika juga menghadapi penurunan minat generasi muda pada sektor pertanian.

“Tanpa regenerasi yang baik, sektor pertanian akan semakin terpinggirkan dan tidak dapat berkembang secara maksimal,” jelas Agus.

Dukungan kepada petani muda menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan regenerasi. Dengan inovasi, jejaring, dan pendidikan yang tepat, Kabupaten Ciamis dapat menjadi contoh keberhasilan transformasi sektor pertanian.

Rizki

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Priangan Timur

Aksi Nyata Pelestarian Satwa, Dedi Kusnadi Warga Nasol Beli Elang Ular Bido untuk Dikembalikan ke Alam Melalui BKSDA

CIAMIS, PEWARTA.ID – Kepedulian terhadap kelestarian satwa liar ditunjukkan Dedi Kusnadi, warga Nasol, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan menggunakan uang pribadi, ia…

DST · 5 hari lalu
Jawa Barat

Menjaga Asa di Tengah Tekanan Fiskal: Siasat Ciamis Lawan Tuberkulosis demi Ketahanan Ekonomi

CIAMIS, pewarta.id — Kabupaten Ciamis kini berada di persimpangan jalan yang penuh tantangan. Di satu sisi, daerah yang didominasi sektor pertanian ini…

DST · 4 minggu lalu
Jawa Barat

Mencegah Sebelum Terlambat: Kemenkes Genjot Program CKG demi Tekan Kasus TB dan Gagal Ginjal Usia Muda

CIAMIS, pewarta.id — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan resmi memindahkan arah kebijakan kesehatan nasional. Pendekatan yang selama ini berfokus pada pengobatan…

DST · 4 minggu lalu
Priangan Timur

Bupati Ciamis Tekankan Pengawasan Ketat Pilkades Serentak

CIAMIS, pewarta.id – Menjelang apel pagi, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melakukan peninjauan mendadak ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (17/09/2026). Selain…

DST · 17 Sep 2026
Priangan Timur

Rumah Lapuk Ambruk Diguncang Gempa, Keluarga di Pamarican Terjepit Kemiskinan dan Bansos Terkendala Desil

CIAMIS, pewarta.id – Guncangan gempa bumi magnitudo 5,4 yang berpusat di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2026) siang, bukan hanya meninggalkan kerusakan…

oez26 trisno · 4 Sep 2026
Memuat berita selanjutnya…