Gelombang Doa dan Kesabaran: Tasikmalaya Menyambut Putusan MK

Image of Foto kh atam rustam ketua pc nu kabupaten tasikmalaya2
KH Atam Rustam, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. "Kedamaian harus tetap kita jaga, apapun keputusan yang telah ditetapkan," pesannya.

Tasikmalaya,Pewarta.id – Suasana di Kabupaten Tasikmalaya pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mendiskualifikasi Ade Sugianto dari pencalonan Bupati begitu berbeda dari biasanya. Alih-alih gelombang protes, yang muncul justru gelombang doa dan kesabaran dari masyarakat, dipimpin oleh para ulama dan tokoh agama yang menyerukan ketenangan serta penerimaan.

Pesan-pesan damai menggema di berbagai media, baik melalui pesan digital maupun surat terbuka yang sarat makna. Para pemimpin agama mengajak masyarakat untuk menerima keputusan MK dengan lapang dada, menciptakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk politik yang kerap mengiringi momen krusial seperti ini.

“Putusan MK adalah sebuah ketetapan. Kita hormati proses hukumnya,” ujar Fahmi Siddiq, Ketua GP Anshor Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (25/2/25). Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas, menghindari penyebaran informasi menyesatkan, dan bijak dalam bermedia sosial.

Baca Juga :  Kodim 0612/Tasikmalaya, Bulog, dan Petani Sinergikan Upaya Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan di Desa Salebu

Sementara itu, Ketua Kerukunan Umat Beragama, KH Edeng ZA, menambahkan dimensi spiritual dalam seruannya. “Ini takdir Allah SWT,” tegasnya, mengajak masyarakat untuk menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari rencana Tuhan. Ia mengakui bahwa keputusan ini mungkin tidak mudah bagi sebagian pihak, namun keimanan harus menjadi pedoman utama.

Image of Foto kh atam rustam ketua pc nu kabupaten tasikmalaya
Foto: KH ATAM RUSTAM KETUA PC NU Kabupaten Tasikmalaya.

Senada dengan itu, Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan. “Kedamaian harus tetap kita jaga, apapun keputusan yang telah ditetapkan,” pesannya.

Baca Juga :  OJK. Perempuan Tertinggi Dalam Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan

Tak hanya tokoh senior, para ulama muda juga turut menyuarakan pesan serupa. Alimudin, ulama muda dari Kecamatan Mangunreja, berharap pemungutan suara ulang dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah. Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri demi masa depan Tasikmalaya yang lebih baik.

Dengan sikap yang bijak, masyarakat Tasikmalaya memberikan contoh bahwa perbedaan pendapat dapat dihadapi dengan damai dan penuh hikmat. Bukan dengan amarah, tetapi dengan doa dan kesabaran, mereka menyambut putusan MK—sebuah sikap yang patut diapresiasi di tengah dinamika politik yang kerap memanas.

 

 

 

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *