PANGANDARAN, pewarta.id — Upaya pencarian terhadap Suprianto Bin Ahmad Sudiono (48), seorang tekong (nakhoda) perahu wisata yang hilang usai perahunya terbalik diterjang ombak besar di perairan Pantai Pangandaran, memasuki hari kedua pada Selasa (11/8/2026).
Pencarian yang difokuskan di sekitar perairan Pos 3 Balawista hingga Selasa pukul 11:00 WIB belum membuahkan hasil akibat terhalang gelombang tinggi serta arus laut yang sangat deras.
Kendala Gelombang Tinggi dan Arus Deras
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Barakuda, serta potensi SAR lainnya, telah mengerahkan sedikitnya tiga unit perahu pesiar untuk menyisir area kejadian sejak Selasa pagi.
“Pencarian di hari kedua ini masih nihil, korban belum ditemukan. Kami dari tim gabungan sudah beberapa kali memutari TKP, tapi belum ada hasil. Kendala utama bagi tim di lapangan adalah cuaca, terutama gelombang yang sangat tinggi dan arus yang sangat deras,” terang Sakio pada Selasa pagi (11/8/2026).
Meski diterjang kendala alam, tim gabungan terus memperluas area penyisiran dan berharap korban dapat secepatnya ditemukan.
Kronologi Kejadian: Diterjang Gelombang Saat Antar Nelayan
Musibah kecelakaan laut tersebut terjadi pada Senin sore (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban yang merupakan warga Dusun Bojongsari RT 001/RW 001, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, tengah mengemudikan perahu katir bernama “Karya Berkah” untuk mengantarkan sejumlah nelayan yang hendak melaut.
Namun, saat perahu baru lepas dari pantai di depan area Pos 3 Balawista, gelombang tinggi mendadak menghantam perahu hingga hilang keseimbangan dan terbalik. Sejumlah nelayan yang berada di atas perahu berhasil selamat dengan berenang kembali ke tepi pantai. Korban (Suprianto) tidak terlihat dan langsung terseret arus laut yang kencang.
Upaya pencarian mandiri oleh warga setempat serta operasi penyisiran hari pertama pada Senin sore sempat dihentikan sementara akibat jarak pandang terbatas pada malam hari dan cuaca ekstrem.
Himbauan Bagi Nelayan dan Pengunjung
Hingga Selasa siang, pihak keluarga dan warga sekitar masih setia menunggu kabar perkembangan dari posko pencarian.
Petugas gabungan turut mengimbau kepada seluruh nelayan, pengusaha jasa perahu wisata, hingga wisatawan di kawasan Pantai Pangandaran untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta terus memantau informasi kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas di laut.(gpwk)











