BANJAR, Pewarta— Suasana hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 kini telah memasuki fase krusial bagi para pemudik. Memasuki H+3 Lebaran, denyut nadi lalu lintas di jalur selatan Jawa, khususnya yang melintasi Kota Banjar, mulai menunjukkan eskalasi yang sangat signifikan. Kota yang menjadi gerbang utama penghubung antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat ini terpantau mulai dipadati oleh ribuan kendaraan yang bergerak dari arah timur menuju barat.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Selasa (24/3/2026), kepadatan arus lalu lintas tidak hanya terjadi di jalan-jalan protokol, tetapi juga merambah ke jalur-jalur penghubung antarkabupaten. Kondisi padat merayap menjadi pemandangan dominan, terutama sejak siang hari hingga menjelang tengah malam. Volume kendaraan yang terus bertambah membuat kecepatan rata-rata kendaraan menurun drastis, memaksa para pengemudi untuk ekstra sabar menghadapi antrean panjang.
Titik Kritis di Perbatasan Banjar–Ciamis
Salah satu titik paling krusial yang menjadi pusat perhatian pihak kepolisian adalah ruas perbatasan Banjar–Ciamis, tepatnya di Pertigaan Cisaga. Titik ini merupakan “leher botol” yang kerap menjadi sumber kemacetan panjang. Antrean kendaraan di lokasi ini terlihat mengular hingga beberapa kilometer. Kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, masih mendominasi arus balik kali ini, disusul oleh bus-bus antarkota serta kendaraan logistik yang mulai kembali beroperasi.
Pertigaan Cisaga menjadi sangat padat karena merupakan titik temu dari tiga arus utama:
-
Arus kendaraan dari arah Jawa Tengah melalui Kota Banjar.
-
Arus kendaraan dari arah Ciamis menuju timur atau sebaliknya.
-
Arus kendaraan dari jalur alternatif melalui kawasan Rancah.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas: Water Barrier hingga Sistem Buka-Tutup
Menanggapi situasi yang mulai “mengunci” tersebut, Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Firman Hidayat Pinim, terjun langsung untuk memastikan kelancaran arus. Beliau menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan serangkaian strategi rekayasa lalu lintas demi memecah kebuntuan di titik-titik lelah.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah kolaborasi intensif antara Polres Banjar dengan Satgas Preventif dan Polres Ciamis. Petugas melakukan pemasangan water barrier di sepanjang bahu jalan dan median jalan di area kritis.
“Pemasangan water barrier ini sangat penting untuk mencegah adanya putaran liar atau kendaraan yang memotong arus secara sembarangan. Seringkali, ego pengendara yang ingin cepat berputar justru menjadi pemicu kemacetan yang lebih parah bagi kendaraan dari arah berlawanan,” tegas AKP Firman saat ditemui di lokasi peninjauan, Selasa (24/3/2026).
Selain pemasangan pembatas jalan, Polres Banjar juga telah menyiapkan skema sistem buka-tutup. Skema ini bersifat situasional; jika kepadatan dari arah timur sudah mencapai batas toleransi, petugas akan memprioritaskan aliran kendaraan tersebut untuk meluncur lebih lama guna mengosongkan ruang jalan di dalam kota.
Prediksi Puncak Arus Balik dan Himbauan Keselamatan
Meskipun H+3 sudah menunjukkan kepadatan yang luar biasa, pihak kepolisian memperkirakan bahwa lonjakan arus balik yang sebenarnya masih akan terjadi hingga H+5 Lebaran. Hal ini mengingat masa libur panjang yang akan segera berakhir dan masyarakat mulai bersiap kembali ke rutinitas pekerjaan di kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta.
Guna memastikan perjalanan para pemudik tetap aman dan nyaman, AKP Firman Hidayat Pinim memberikan beberapa poin himbauan yang sangat penting untuk diperhatikan:
-
Manajemen Waktu Perjalanan: Pengendara disarankan untuk tidak pulang secara bersamaan di waktu-waktu puncak (sore hari). Memilih melakukan perjalanan di malam hari atau subuh bisa menjadi opsi yang lebih bijak.
-
Pemanfaatan Jalur Alternatif: Jangan hanya terpaku pada jalur utama. Manfaatkan bantuan aplikasi navigasi dan ikuti petunjuk petugas di lapangan untuk menggunakan jalur alternatif jika jalur utama sudah terlampau padat.
-
Kondisi Kendaraan yang Prima: Sebelum menempuh perjalanan jauh, pastikan mesin, sistem pengereman, dan tekanan ban dalam kondisi terbaik. Kendaraan yang mogok di tengah kemacetan hanya akan memperburuk situasi bagi pengguna jalan lain.
-
Kesehatan Pengemudi: Jangan memaksakan diri. Jika rasa kantuk mulai menyerang, manfaatkan rest area atau posko mudik yang telah disediakan di sepanjang jalur Kota Banjar.
Petugas kepolisian akan terus disiagakan 24 jam di berbagai titik rawan macet dan rawan kecelakaan. Dengan adanya sinergi antara petugas dan kedisiplinan para pemudik, diharapkan arus balik tahun 2026 ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.











