
Banjar – Sepekan pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H, beberapa jenis sayuran dan bumbu dapur masih mengalami kenaikan harga.
Salah satu penyebabnya adalah macetnya transportasi kendaraan pengangkut sayuran akibat arus mudik dan balik pemudik lebaran sehingga mengakibatkan stok sayuran juga menipis.
Dari pantauan di pasar tradisional Banjar pada hari Senin (8/4/2025), beberapa harga sayuran yang cenderung masih naik diantaranya, cabai rawit merah masih berada di harga Rp.120 ribu perkilogramnya, kemudian cabai merah TW Rp. 50 ribu, cabai merah lokal Rp. 80 ribu, cabai merah keriting Rp. 60ribu perkilogramnya.
Sedangkan untuk bawang merah Rp. 60 ribu dan bawang putih Rp. 50 ribu perkilogramnya.
Rahmat salah seorang pedagang sayuran di Pasar Banjar mengatakan, walaupun harga masih tinggi namun untuk permintaan pembeli masih tinggi pula.
” Masih pada tinggi harga-harga sayuran. Namun pembelipun masih tinggi juga, ” ucapnya.
Rahmat menambahkan, harga sejumlah sayuran yang masih tinggi tersebut bisa berlangsung sampai 2 pekan mendatang, dan akan turun dan kembali normal.
” Biasanya akan turun dan normal kembali dua pekan dari sekarang” imbuhnya.
Harga sayuran masih tinggi,namun untuk daging ayam broiler sampai sepekan pasca lebaran terus mengalami penurunan harga.
Menjelang Lebaran, harga daging ayam broiler mencapai Rp. 40ribu, namun hari ini sudah berada di kisaran Rp. 30 ribu per kilogramnya.
” Baru hari ini harganya Rp. 30 ribu, kemarin masih Rp. 32 ribu.
Kemungkinan mentok sampai harga Rp.30 ribu, tidak akan turun lagi, ” ucap Urip salah seorang pedagang daging ayam broiler di Pasar Banjar.
Walaupun harga daging ayam sudah turun, namun peminatnya masih sepi.
” Pembeli masih sepi. Jadi untuk stok daging ayam pun saya kurangi, ” tambahnya.
Kendati demikian, dirinya berharap beberapa hari ke depan , dengan harga daging ayam yang sudah turun, pembeli akan kembali ramai.











