TURUN GUNUNG, MONYET-MONYET GUNUNG SAWAL CIAMIS SERANG PERKEBUNAN RESAHKAN WARGA

CIAMIS  – Tak kurang dari 50-60 ekor,  kawanan monyet dari Gunung Sawal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, turun gunung secara serentak dan masuk perkebunan warga di Dusun Sindanggirang, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.

Akibatnya, warga jadi khawatir dengan gerombolan monyet menyerang warga di permukiman yang lokasinya dekat dengan kebun. kini warga resah oleh ulah monyet-monyet tersebut. Selain merusak tanaman palawija, pohon pisang, dan lainnya,

Kondisi tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir ini. di akui Camat Cipaku Yayan M Supyan, pihaknya mendapat laporan dari aparat desa setempat adanya monyet turun gunung. Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab monyet  turun gunung sampai ke perkebunan warga. Namun ada dugaan  karena populasinya yang terus bertambah.

Baca Juga :  Nasdem Ciamis Bagikan Ratusan Bungkus Makanan Takjil Bagi Pengendara di Jalur Mudik Selatan Jabar

“Ini baru terjadi sekarang, memang korban manusia yang diserang monyet tidak ada, tapi secara psikis warga resah dan waswas. Khawatir menyerang warga karena lokasi kebun yang diserang sudah mendekati permukiman warga,” ucapnya , Kamis (21/1/2021).

Yayan menyebutkan, monyet yang turun itu jumlahnya mencapai 50 sampai 60 ekor secara bersama sekaligus. Hal ini yang membuat warga resah.

“Pihak pemerintah desa pun telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk mengatasi hal ini agar monyet tidak kembali turun gunung,” katanya.

Baca Juga :  Polres Ciamis Berikan Rasa Nyaman Peringatan Hari Wafat Isa Al-Masih Tahun 2023, di Gereja GKI Ciamis.

Sementara itu, Kepala Resort XX Gunung Sawal Bidang KSDA Wilayah III Ciamis Warid membenarkan telah mendapat laporan dari masyarakat adanya kawanan monyet turun gunung. Pihaknya pun telah datang ke lokasi untuk memantau dan melakukan penanganan.

“Sudah ke sana (lokasi) dan memang benar ada kawanan monyet ke perkebunan warga. Kami meminta warga untuk melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam bambu, supaya monyet itu tidak kembali. Hanya mengusir saja tidak boleh tindakan yang lain,” ucap Warid.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *