Sungai Meluap di Pangandaran, Empat Rumah dan Dua Warung Terendam

Image of Gambar whatsapp 2025 05 23 pukul 08.38.03 ece767ef
Banjir bandang menerjang permukiman di Dusun Cibeureum, Desa Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, akibat hujan deras, merendam rumah dan warung dengan ketinggian air mencapai 60 cm.

PANGANDARAN, pewarta.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (22/5) sore, menyebabkan banjir bandang di Dusun Cibeureum, Desa Sidamulih, Kecamatan Sidamulih. Luapan Sungai Kaliwera merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 60 cm.

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB, saat air tiba-tiba meluap dan menggenangi rumah-rumah serta warung yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Dalam sebuah rekaman video amatir yang beredar, tampak aliran air yang menggenangi rumah-rumah warga. Beberapa warga terlihat panik saat berusaha menyelamatkan barang-barang mereka dari terendam air.

Baca Juga :  Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Pangandaran Molor, Pekerja Keluhkan Upah Belum Dibayar

Sebanyak empat rumah dilaporkan terendam, dan dua warung mengalami kerusakan parah. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa menyebabkan sejumlah perabot rumah tangga hanyut.

“Air datang mendadak sekitar pukul 18.30. Hujan memang sudah turun sejak sore, tapi air langsung masuk ke rumah,” kata Unung Calung, salah satu warga setempat yang terdampak banjir.

Camat Sidamulih, Megi Parlumi, yang didampingi oleh Forkompinda dan Tagana, mengungkapkan bahwa tingginya intensitas hujan menyebabkan debit air sungai meningkat pesat hingga meluap ke pemukiman. Namun, air kini sudah mulai surut.

Baca Juga :  Legok Jawa: Potensi Wisata Pacuan Kuda Berbasis Budaya dan Lanskap Pesisir di Pangandaran

“Empat rumah dan dua warung terendam. Beberapa barang milik warga hanyut. Kami bersama BPBD sedang melakukan pendataan dan evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Megi.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Warga setempat kini masih waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca di wilayah tersebut masih belum stabil.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *