Tasikmalaya, pewarta.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya terus menggencarkan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya memberantas praktik-praktik keuangan ilegal. Bersama anggota Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), OJK Tasikmalaya mengadakan Rapat Koordinasi di Kantor OJK Tasikmalaya pada Rabu (28/5).
Dalam kegiatan ini, hadir perwakilan otoritas, lembaga pemerintah, penegak hukum, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Rapat ini bertujuan memperkuat sinergi dan strategi untuk mencegah praktik investasi ilegal serta pinjaman online tanpa izin yang masih kerap ditemukan di wilayah Priangan Timur.
Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran kolaborasi antar lembaga dalam melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal. Melati menyoroti bahwa rapat ini menjadi langkah strategis dalam upaya kolektif memberantas investasi ilegal dan pinjaman online tanpa izin yang sering menargetkan masyarakat dengan janji keuntungan instan.
“Keberhasilan pemberantasan aktivitas ilegal ini memerlukan dukungan semua pihak terkait, mulai dari kepolisian, kejaksaan, pemerintah daerah, hingga lembaga pendidikan dan media.” Kata Melati

Satgas PASTI hadir sebagai manifestasi nyata dari kerja sama terpadu lintas sektor. Ia juga menekankan perlunya peningkatan literasi keuangan di semua kalangan masyarakat. ‘Satgas PASTI tidak hanya menjadi alat untuk penindakan hukum tetapi juga berfungsi sebagai motor utama edukasi keuangan secara inklusif, terutama di daerah-daerah pelosok yang sering kali menjadi sasaran empuk investasi palsu dan pinjaman online ilegal.”ungkapnya
Melati menyatakan bahwa literasi keuangan adalah perlindungan pertama bagi masyarakat agar terhindar dari jebakan keuangan ilegal, pentingnya kolaborasi sebagai alat utama dalam melindungi masyarakat. ‘Bukan hanya tanggung jawab regulator tetapi juga tugas bersama demi menciptakan masyarakat yang lebih berdaya dan terlindungi secara finansial.”Tambahnya.
Ia juga mengimbau seluruh anggota Satgas PASTI untuk terus memperkuat komitmen mereka dengan memperluas edukasi keuangan, mempercepat respons terhadap laporan atau aduan masyarakat, serta membangun sistem deteksi dini.
“Upaya mengintegrasikan berbagai data dan informasi serta keterlibatan komunitas akar rumput dinilai penting agar manfaat perlindungan keuangan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.”ujar Melati.
Rapat tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan penting yang mencakup peningkatan kapasitas deteksi dini, penguatan mekanisme koordinasi dan pelaporan, serta integrasi langkah-langkah edukatif di lingkungan sekolah, kampus, dan komunitas masyarakat. Selain itu, OJK Tasikmalaya bersama anggota Satgas PASTI berkomitmen untuk mengadakan lebih banyak kegiatan sosialisasi dan literasi keuangan secara langsung maupun melalui platform digital.
Ke depan, OJK akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, khususnya terkait peningkatan literasi dan inklusi keuangan di daerah.***











