Jumat, 16 Oktober 2026
Priangan Timur

Industri Keuangan Priangan Timur Tetap Stabil, OJK Tasikmalaya Perkuat Pengawasan dan Edukasi Konsumen

Image of Ilutrasi
Ilutrasi

TASIKMALAYA, pewarta.id – Kinerja industri jasa keuangan (IJK) di wilayah kerja Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya tercatat tetap stabil hingga posisi Juni 2025, meski dihadapkan pada dinamika ekonomi nasional. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman, dalam rilis resmi pada Senin, 11 Agustus 2025.

“Secara umum, kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur masih terjaga, baik dari sisi perbankan, pasar modal maupun industri keuangan non-bank. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan investor tetap tinggi,” kata Melati Usman.

Dari sektor perbankan, meskipun terjadi kontraksi aset sebesar 0,38% (yoy), Dana Pihak Ketiga (DPK) justru tumbuh positif sebesar 3,29% (yoy). Kredit konsumsi tumbuh 3,24% (yoy), sementara kredit modal kerja dan investasi masing-masing mengalami kontraksi 10,05% dan 8,10%.

Sektor pasar modal menunjukkan tren yang menggembirakan dengan lonjakan jumlah investor. Peningkatan terbesar berasal dari investor Surat Berharga Negara (SBN) yang tumbuh 23,68% menjadi 12.997 investor, disusul investor saham dan reksa dana. Nilai transaksi saham di wilayah KOTM naik drastis sebesar 101,89% (yoy) menjadi Rp898 miliar.

Untuk sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan dan LKM tercatat menurun, namun pembiayaan oleh perusahaan modal ventura justru meningkat 16,99% (yoy). “Kami terus dorong pelaku IKNB agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik,” ujar Melati.

Tak hanya fokus pada pengawasan lembaga, OJK Tasikmalaya juga mengedepankan penguatan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan dan edukasi perlindungan konsumen. Jumlah pengaduan konsumen meningkat dari 278 pada triwulan I menjadi 619 pada triwulan II, mayoritas berasal dari sektor perbankan dan fintech.

Melati menyebutkan bahwa 84% pengaduan masih disampaikan langsung ke kantor OJK. Permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga cukup tinggi, dengan total 7.974 permintaan hingga Juni 2025. OJK bersama Satgas PASTI pun telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti aktivitas keuangan ilegal yang marak terjadi.

Guna memperkuat inklusi keuangan, OJK Tasikmalaya terus berkolaborasi dengan TPAKD di tujuh kota/kabupaten di Priangan Timur melalui program-program seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Kredit Melawan Rentenir (KPMR), dan Sekolah Pasar Modal (SPM). Salah satu capaian program KPMR pada tahun ini melibatkan 505 debitur dengan total plafon Rp3,24 miliar.

Sepanjang semester I 2025, OJK Tasikmalaya telah menggelar 39 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 5.700 peserta dari kalangan ibu rumah tangga, pelajar, santri, disabilitas hingga UMKM. Program Bulan Literasi Keuangan (BLK) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) juga akan terus digelar hingga akhir 2025 untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang produk keuangan.

“Kami berharap tidak hanya OJK, tetapi juga seluruh lembaga jasa keuangan turut berperan aktif dalam kegiatan literasi dan edukasi keuangan. Masyarakat harus mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan terhindar dari potensi kerugian,” tutup Melati Usman.(*)

DST

Penulis di Pewarta ID.

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terus membaca

Berita Selanjutnya

Priangan Timur

Berawal dari Luka Pengkhianatan, Yuni Widiawati Hadirkan Kisah Perjuangan Cinta dalam Novel Untuk Dirandra

Tasikmalaya, pewarta.id  — Tidak semua pertemuan datang ketika seseorang siap membuka hati. Ada kalanya, seseorang justru hadir saat luka masa lalu belum…

DST · 1 minggu lalu
Ekonomi

TGS 2026 Dorong Ekonomi Tasikmalaya, OJK Perluas Akses Keuangan hingga Peluang Ekspor

TASIKMALAYA, pewarta.id  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Priangan Timur, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya memperkuat kolaborasi untuk…

DST · 1 minggu lalu
pendidikan

OJK Bekali Pramuka Tasikmalaya Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Tanamkan Kecerdasan Finansial Sejak Dini

Tasikmalaya, pewarta.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya memperkuat literasi keuangan generasi muda dengan memberikan edukasi kepada 91 anggota Pramuka dari SMPN…

DST · 18 Agu 2026
Jawa Barat

Polres Ciamis Bersama Satgas PASTI OJK Tasikmalaya, Bongkar Dugaan Penipuan Modus Titip Limit Paylater, Kerugian Korban Capai Rp500 Juta

CIAMIS, Pewarta.id – Satreskrim Polres Ciamis bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) OJK Tasikmalaya berhasil mengungkap dugaan tindak pidana…

oez26 trisno · 6 Agu 2026
sumedang

OJK: Program KEJAR Sumedang Tambah 4.761 Rekening Pelajar, Nilai Tabungan Tembus Rp2,46 Miliar

SUMEDANG, pewarta.id  — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kabupaten Sumedang mencatat penambahan 4.761 rekening baru dengan total saldo tabungan mencapai…

DST · 25 Jul 2026
Memuat berita selanjutnya…