Festival Ramadhan Pegadaian, Upaya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Festival Ramadhan Pagadaian Kanwil Tasikmalaya

TASIKMALAYA, pewarta.id – Dalam meningkatkan perekonomian para UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), Pagadaian Kantor Wilayah Tasikmalaya menggelar Festival Ramadhan selama dua minggu yang di mulai pada rabu 13 Maret hingga 28 Maret 2024 mendatang, di halaman Parkir GOR (Gedung Olah Raga) Sukapura Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya.

Festival Ramadhan yang di ikuti tak kurang dari 30 UMKM binaan Pagadaian dari berbagai jenis usaha, diantaranya Kuliner, Minuman dan Fashion. Menurut Senior Vice President Pegadaian Area Tasikmalaya, H Sulaeman, bahwa festival Ramadhan kali ini diadakan di 12 Kantor wilayah yang ada di seluruh Indonesia, termasuk Area Tasikmalaya.
“Acara tahunan ini dilaksankan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kanwil 12 Tasikmalaya ini, dimana kami membantu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk naik kelas, yang tadinya usaha biasa saja, kita bina menjadi luar biasa.” ungkap Sulaeman.

Baca Juga :  Forum KPAID Jabar. Layangkan Surat Keberatan atas Putusan Jaksa dalam Kasus NHN dengan Hukuman 10 Tahun, Denda 100 Juta Rupiah.


Selain pembinaan untuk membantu agar pelaku UMKM khususnya yang ada di Tasikmalaya bisa naik kelas, kata Sulaeman, pihaknya juga bakal memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM, supaya mereka bisa meningkatkan penjualan produk hasil produksinya.

“Sebetulnya kita ingin melibatkan banyak Jumlah peserta yang ikut dalam festival ramadhan kali ini terbatas. karena keterbatasan tempat, jadi kita batasi hanya 30 saja,” ucap Sulaeman.

Baca Juga :  Bupati Garut Tawarkan Solusi Akses Lahan: Warga Bisa Kelola Sawit, PT Condong Wajib Serap Hasil Panen

Masih menurut Sulaeman, para peserta tak ada kriteria khusus bagi pelaku UMKM yang minat ikut dalam Festival Ramadhan Pegadaian. Hanya saja pihaknya memprioritaskan bagi pelaku UMKM binaan lembaganya.

“Dari kegiatan selama 2 pekan ini, kita ingin bagaimana agar UMKM di Tasik ini bisa naik kelas. Yang tadinya biasa biasa saja, bisa menjadi pelaku UMKM yang maju, market penjualannya luas, produk yang dihasilkannya pun berkualitas,” pungkas Sulaeman.

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *