Gerak Syariah 2025, Edukasi Keuangan Syariah untuk Masyarakat Priangan Timur

Image of Gerak syariah 2025 meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah di priangan timur
Foto kegiatan Kajian Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK) yang diselenggarakan oleh OJK Tasikmalaya di Gedung Dakwah Islamiyah Kota Tasikmalaya pada 25 Maret 2025. Sekitar 40 remaja dari masjid-masjid di Kota Tasikmalaya mengikuti acara yang membahas perencanaan keuangan menjelang hari raya, pengenalan keuangan syariah, serta bahaya pinjaman online dan investasi ilegal.

TASIKMALAYA, Pewarta.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tasikmalaya terus berupaya untuk meningkatkan inklusi dan pemahaman masyarakat mengenai keuangan, terutama keuangan syariah, melalui Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2025 (GERAK Syariah). Program ini telah dilaksanakan di beberapa wilayah Priangan Timur, seperti Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Sumedang. Kegiatan yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Ciamis dan Garut dilaksanakan pada Rabu (12/3) di Universitas Islam Darusalam Kabupaten Ciamis dan Kamis (20/3) di Universitas Garut.

Hasil Survei Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLIK) 2024 menunjukkan adanya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Plt. Kepala OJK Tasikmalaya, Melati Usman, mengungkapkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masing-masing tercatat sebesar 39,11 persen dan 12,88 persen. Untuk meningkatkan kedua indeks tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.

Baca Juga :  Dandim 0612/Tasikmalaya Beri Penghargaan Umroh kepada Prajurit Terbaik

Pada tahun ini, Otoritas Jasa Keuangan menggelar program Gerak Syariah dengan tema Ramadan Bermakna Bersama Keuangan Syariah. Program ini mencakup beberapa kegiatan, salah satunya adalah KOLAK (Kajian Obrolan Seputar Keuangan Syariah), yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah, termasuk produk dan layanan yang tersedia. Kegiatan KOLAK juga mencakup webinar edukasi. Kantor OJK Tasikmalaya mengadakan kegiatan KOLAK secara online pada 6 Maret 2025 melalui Radio Belasalam Tasikmalaya, dengan Dendy Juandi, Kepala Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis, sebagai narasumber.

Per Januari 2025, OJK melaporkan adanya peningkatan kinerja sektor jasa keuangan syariah. Secara tahunan, total aset industri keuangan syariah meningkat sebesar 10,35% menjadi Rp2.860,1 triliun, dengan perbankan syariah sebesar Rp948,2 triliun, pasar modal syariah sebesar Rp1.740,2 triliun, dan lembaga keuangan non-bank sebesar Rp171,1 triliun.

Selain itu, Dendy Juandi memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara keuangan syariah dan keuangan konvensional, termasuk berbagai produk yang tersedia untuk masyarakat serta cara mengelola keuangan selama bulan Ramadan. Diharapkan bahwa kegiatan Kajian Obrolan Seputar Keuangan Syariah di Kota Tasikmalaya ini dapat membantu meningkatkan inklusi dan pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah.

Baca Juga :  Belum Terbitnya SK Kepengurusan Baru Kota Tasikmalaya. Nasib Cabor Terancam Tak Ikut Porprov 2026

Kegiatan KOLAK terakhir diadakan di Gedung Dakwah Islamiyah Kota Tasikmalaya pada Selasa, 25 Maret. Sekitar 40 remaja dari masjid-masjid di Kota Tasikmalaya mengikuti acara ini, yang membahas perencanaan keuangan menjelang hari raya, pengenalan keuangan syariah, serta bahaya pinjaman online dan investasi ilegal. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami risiko dan cara memanfaatkan produk dan layanan keuangan dengan bijak. Tujuan OJK adalah memastikan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Priangan Timur, lebih paham mengenai keuangan syariah, dengan terus melaksanakan program edukasi keuangan syariah.**

Facebook Comments Box

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *