Tasikmalaya, Pewarta.id – Longsor sepanjang kurang lebih 30 meter terjadi di jalur kereta api di Dusun Cikadu, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Jumat (28/3) pukul 15.50 WIB. Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api terhambat dan beberapa rute dialihkan.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Faruk Rozi, bersama pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran perbaikan jalur.
“Pada malam ini kami bersama stakeholder melaksanakan pengamanan dalam rangka perbaikan jalur kereta api yang terkena longsor. Sesuai informasi dari PT KAI, pada pukul 23.00 jalur sudah bisa dilalui dengan kecepatan terbatas,” ujar AKBP Faruk Rozi.
Sebanyak 70 personel dikerahkan untuk mempercepat perbaikan jalur. Pihak kepolisian dan TNI juga mengapresiasi upaya cepat dalam menangani longsor ini agar perjalanan kereta api bisa segera kembali normal.
Menurut informasi dari PT KAI, lima perjalanan kereta api sempat tertahan di beberapa stasiun di wilayah Tasikmalaya akibat longsor ini. Beberapa perjalanan mengalami penyesuaian, termasuk pemutaran rute perjalanan untuk kereta api Turangga dan Malabar.
“Seharusnya relasi awalnya Bandung – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, namun dialihkan menjadi Bandung – Cikampek – Cirebon dan seterusnya,” kata Satrio, perwakilan dari PT KAI Daop 2 Bandung.
Keterlambatan perjalanan diperkirakan tidak terlalu signifikan, dan PT KAI optimis jalur bisa kembali digunakan dengan kecepatan terbatas 5 km/jam mulai pukul 23.00 WIB. KA Lodaya akan menjadi kereta pertama yang melintas di jalur tersebut dengan relasi Bandung – Solo Balapan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Manonjaya diduga menjadi penyebab utama longsor. Tanah di sekitar jalur kereta mengalami pergeseran hingga akhirnya menyebabkan runtuhan sepanjang 30 meter.
Pihak kecamatan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) turut memberikan bantuan material dan tenaga untuk mempercepat proses perbaikan.
Sementara itu, insiden longsor pertama kali dilaporkan oleh masinis KA Argo Wilis yang melihat tanda-tanda pergerakan tanah saat melintas. Masinis tersebut segera melaporkan kondisi tersebut ke pusat kendali PT KAI.
Untuk mengatasi penumpang yang terdampak, PT KAI telah menyediakan 10 unit bus guna membantu pergerakan penumpang yang mengalami perubahan perjalanan.
Akibat longsor ini, PT KAI akan menerapkan dua pola perjalanan bagi penumpang terdampak diantaranya, memutar rute Kereta dialihkan ke jalur lain untuk mencapai tujuan, selain itu juga melakukan overstaf (pengalihan penumpang) Penumpang KA Serayu yang berada di Ciamis dan Tasikmalaya dialihkan kembali ke stasiun asalnya dengan moda transportasi lain.
Dengan upaya cepat yang dilakukan berbagai pihak, diharapkan perjalanan kereta api bisa kembali normal dalam waktu dekat. PT KAI juga meminta maaf kepada para pengguna jasa atas gangguan ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan serta pelayanan bagi penumpang.











